Direktur Konsumer Telkom Sukardi Silalahi menjelaskan, ekspansi true broadband ini juga merupakan bagian dari target pembangunan 20 juta jaringan serat optik ke rumah atau fiber to the home (FTTH).
"Penetrasi broadband di Indonesia sudah sekitar 25 juta pengguna, tetapi yang menikmati true broadband dengan kecepatan 2 Mbps itu masih sedikit. Itu sebabnya kami genjot segmen ini dengan FTTH," jelasnya melalui keterangan tertulis, Jumat (20/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sukardi menjelaskan, dengan kerjasama pengembangan yang dibungkus melalui layanan IndiHome, pengguna rumahan yang mendapatkan akses FTTH true broadband bisa menikmati akses telepon tetap, internet, TV kabel, dan automation dalam satu paket.
"Sekarang memang target kita melayani 10% rumah tangga di Indonesia dengan true broadband. Kami harapkan true broadband bisa hadir di seluruh Indonesia," ujarnya optimistis, pendapatan bisnis fixed broadband sebesar 13% pada 2014 lebih tinggi dari pertumbuhan industri yang rata-rata 10,5%.
Executive General Manager Divisi Telkom Barat (DTB) Prasabri Pesti menambahkan, pada 2014 mendatang semua jaringan Telkom diusahakan sudah berbasis FTTH guna mendukung true broadband.
"Telkom akan leading supply dalam penyediaan infrastruktur di perumahan-perumahan. Kami berkomitmen menghadirkan layanan triple play di rumah-rumah Indonesia dengan konsep more for less," ujarnya.
DTB sendiri membawahi daerah operasional Sumatra, Jabotabek, dan Jabar. Prasabri juga mengatakan, pelanggan baru yang memasang layanan Speedy dan line telepon akan diarahkan menggunakan FTTH. Bagi pelanggan lama, akan dimoderenisasi secara bertahap.
Saat ini, total line PSTN yang terpasang oleh Telkom yakni 1,3 juta jaringan untuk daerah Sumatra, 3,3 juta di Jabotabek. Sedangkan layanan Speedy sekitar 466.000 jaringan untuk Sumatra, dan 826.000 untuk jaringan di Jabotabek.
Berdasarkan kinerja di kuartal ketiga 2013, pelanggan fixed broadband Speedy tercatat sekitar 2,894 juta pengguna dan fixed line 9,25 juta. Average Revenue Per User (ARPU) Speedy tercatat Rp 137 ribu per bulan.
(rou/rou)