Pasar layanan data dinilai berprospek cerah bagi operator seluler yang telah mengantongi lebih dari 128 juta pelanggan itu. Kabel bawah laut yang akan terhubung hingga Sorong di Papua, kian mengukuhkan eksistensi Telkomsel.
Proyek kabel bawah laut yang saat ini tengah dikerjakan oleh Telkom, induk perusahaan Telkomsel, diyakini oleh sang operator akan menjawab hausnya layanan data di Papua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ardhiono berkesempatan hadir dalam kegiatan itu mewakili tim ICT Network Telkomsel Area Pamasuka (Papua, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan) bersama VP Business Support Telkomsel Area Pamasuka Suryo Hadianto beserta jajaran manajemen Pamasuka lainnya.
Meski penyelesaian kabel bawah laut diestimasi tuntas akhir tahun 2014, Ardhiono memastikan tim network telah menyiapkan antisipasi lainnya apabila rencana itu molor dari jadwal. Kabel bawah laut dinilai penting mengingat kondisi geografis Papua memiliki medan yang sangat berisiko untuk pengembangan jaringan melalui jalur darat.
"Pengembangan jaringan melalui kabel FO (Fiber Optic) bawah tanah, cukup menyulitkan. Untuk itu, penyelesaian kabel bawah laut cukup penting untuk memperkuat layanan data," ujar Ardhiono.
"Bicara ketersediaan suplai energi untuk pengoperasian BTS (Base Transceiver Station) di Indonesia Timur seperti Papua, kami memiliki berbagai opsi. Selain solar panel, kami juga persiapkan nanti akan ada BTS berbahan bakar elpiji, menyesuaikan kondisi medan," ungkapnya.
VP Business Support Telkomsel Area Pamasuka Suryo Hadianto menambahkan, pembangunan 3.276 BTS di 2014 di Indonesia Timur hingga ke pelosok, tepatnya area IV Pamasuka, menunjukan Telkomsel tidak hanya berorientasi terhadap bisnis semata.
"Kami melayani negeri hingga ke Indonesia Timur, belum ada yang seperti kami. Di Indonesia Timur, membangun 1 BTS itu bisa untuk membangun 3-5 BTS di Pulau Jawa. Belanja modal Telkomsel setiap tahun paling besar untuk pembangunan jaringan di Pamasuka," ujar Suryo.
Telkomsel hingga periode Januari-Oktober 2013 telah membukukan lebih dari 128 juta pelanggan, dimana sekitar 30 juta pelanggan berasal dari area Pamasuka dengan pertumbuhan akses layanan data tumbuh pesat 30-40 persen.
Di tahun 2014 mendatang, 3.276 BTS akan dibangun di Pamasuka dengan komposisi 70 persen BTS 3G. Ribuan BTS itu berada di Regional Kalimantan sebanyak 1.000 BTS, Regional Sulawesi sebanyak 1.500 BTS serta sisanya berada di Regional Maluku-Papua sebagai regional baru.
(rou/rou)