Aplikasi software yang diberi nama SMS Guard itu pun dipamerkan di salah satu sudut keramaian Indocomtech 2013, di Jakarta Convention Center. Penasaran, detikINET pun menyambangi untuk menguji kebenarannya.
"Semua jenis smartphone harusnya bisa, tapi saat ini kami baru di iPhone dan Android saja. Untuk di Symbian dan BlackBerry, masih tahap uji coba. Tapi tak lama lagi kami rilis," kata Chief Business Officer ICK Company, Agung Setia Bakti, dalam perbincangan di tengah pameran Indocomtech.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan oleh Arya Mandala Putra, Chief Commercial Officer ICK Company, SMS ini hanya bisa dienkripsi jika penerimanya juga menggunakan aplikasi SMS Guard yang sama. Sebab jika tidak, SMS yang diterima hanya berupa tulisan acak biasa.
"Itu sebabnya, target kami ke segmen komunitas. Mulai dari pebisnis hingga anggota dewan. Sejauh ini sudah ada seratusan yang menggunakannya sejak kami luncurkan bulan lalu. Mayoritas, 45% di antaranya pakai yang platinum," paparnya.
ICK sendiri mengeluarkan tiga paket berlangganan, yakni silver Rp 130 ribu per bulan untuk 100 SMS dengan tingkat keamanan standar, Gold Rp 650 ribu per bulan untuk 500 SMS dengan tingkat keamanan tinggi, dan Platinum Rp 1,3 juta per bulan dengan tingkat keamanan sangat tinggi.
Selain diklaim anti sadap, aplikasi ini juga menawarkan fitur anti audit dan anti forensik. Kehadiran aplikasi ini cukup menarik perhatian, apalagi di tengah isu penyadapan yang sering terjadi saat ini.
"Dengan fitur anti forensik, maka jejak digital pengiriman SMS dalam smartphone pelanggan maupun server tidak tampak sehingga analisa dan pengujian eksistensi konten SMS tersebut menjadi sulit atau mustahil untuk dilakukan," jelas Sujoko, Chief Product Officer ICK Company.
Sementara yang dimaksud fitur anti audit, paparnya, adalah penyimpanan data dalam tiap tahapan proses SMS Guard adalah berbatas waktu dan selalu dalam kondisi terenkrip. Dengan demikian pembuktian fakta sebuah transaksi SMS mejadi sulit untuk dilacak.
(rou/ash)