Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Chief Marketing Officer Axis Hengkang

Chief Marketing Officer Axis Hengkang


- detikInet

Daniel Horan (axis)
Jakarta - Kasak-kusuk di internal Axis mulai terlihat lebih jelas. Setelah sebelumnya dilaporkan bakal melakukan pemangkasan karyawan, kini salah eksekutif Axis sudah memastikan diri untuk hengkang.

Chief Marketing Officer Axis Daniel Horan dipastikan bakal meninggalkan operator yang dulu bernama Natrindo Telepon Seluler (NTS) tersebut. Daniel sendiri sudah lebih dari dua tahun memperkuat jajaran eksekutif Axis.

Dalam email perpisahannya, pria ramah asal Australia ini mengaku telah melalui masa-masa mengesankan dalam membesarkan brand Axis dan berbagai produk andalannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kampanye marketing seperti Internet untuk Rakyat atau BlackBerry Fun telah membuat jutaan orang bergabung dengan Axis dan menikmati nilai tambah dari layanan ini," lanjut Daniel, dalam email yang juga diterima oleh detikINET, Minggu (27/10/2013).

Prestasi Axis dari sisi revenue yang sempat tumbuh lebih dari 120% juga turut disoroti oleh Daniel. "Satu yang saya sangat suka tentang hal ini adalah, kami melakukan sebagai sebuah tim. Menjadi bagian dari karyawan Axis, termasuk dengan teman-teman media," tulisnya.

"Ini merupakan hal yang spesial, dan sulit rasanya dalam email yang pendek ini dapat mengutarakan berbagai hal mengesankan yang telah terjadi," Daniel menandaskan.

Sebelumnya, Axis dipastikan bakal memangkas jumlah karyawan. Anita Avianty selaku Head of Corporate Communication Axis mengatakan, pengurangan karyawan yang bakal dilakukan anak usaha Saudi Telecom Company (STC) tersebut merupakan bagian dari rasionalisasi yang harus dilakukan perusahaan.

"Memang ada efisiensi, dengan melakukan penyederhanaan dari fungsi-fungsi yang ada. Tetapi proses operasional tak terganggu, berjalan seperti biasa," ujarnya kepada detikINET.

Pun demikian, PHK karyawan yang bakal dilakukan Axis diklaim tidak ada kaitannya dengan proses akuisisi yang bakal dilakukan XL terhadap Axis.

"Bukan karena itu (proses akuisisi-red.), tetapi untuk menjaga stabilitas finansial agar dapat bertahan di industri ini," lanjut Anita.

Sayang, belum diketahui jumlah karyawan Axis yang akan menjadi korban pemangkasan ini. Axis sendiri saat ini memiliki sekitar 700 karyawan permanen. "Ini masih dihitung-hitung oleh divisi HR (Human Resource)," Anita menandaskan.

Sejauh ini, XL telah melakukan penandatanganan perjanjian jual-beli bersyarat (Conditional Sales Purchase Agreement/CSPA) dengan Saudi Telecom Company (STC) dan Teleglobal Investment B.V. untuk membeli Axis.

STC merupakan pemegang saham mayoritas di Axis dengan porsi 80,1%. Sementara Teleglobal adalah anak perusahaan STC. Rencananya, Teleglobal akan menjual 95% sahamnya di Axis kepada XL. Jumlah itu setara dengan 100% kepemilikan STC di Axis.

Untuk deal senilai USD 865 juta atau setara Rp 8,7 triliun ini, XL akan dibantu oleh Merril Lynch Pte. Ltd. di Singapura (Bank of America Merril Lynch) yang bertindak sebagai penasihat keuangan untuk transaksi ini.

Dengan ditandatanganinya CSPA ini, XL bisa selangkah lebih maju menuju akuisisi Axis. Pasalnya, dengan adanya CSPA maka due dilligence terhadap entitas yang akan dibeli bisa segera dilakukan.

(ash/ash)







Hide Ads