Hal ini diungkapkan Menkominfo TIfatul Sembiring saat berbincang dengan detikINET di sela KTT APEC 2013 di Nusa Dua, Bali.
Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementerian Kominfo telah mengirimkan surat resmi untuk mencabut hak kelola slot orbit yang sebelumnya dikuasakan ke Indosat. Surat yang ditandatangani Menkominfo Tifatul Sembiring ini telah dikirimkan akhir September lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, setelah pemerintah menarik kembali slot orbit tersebut, lantas mau diserahkan ke mana pengelolaannya?
"Belum ditarik kok sudah dialihkan?" elak Tifatul.
Pun demikian, ia tak menampik jika slot orbit yang saat ini masih diisi satelit Palapa C2 Indosat itu diincar banyak perusahaan.
"Banyak yang mau, banyak peminat. Banyaklah perusahaan yang lain. Memiliki satu slot orbit satelit itu sesuatu yang penting dan tidak mudah untuk mencari orbit baru," ujar Tifatul, tanpa menyebut peminat yang dimaksud.
"Dan (slot orbit) itu negara yang harus mengajukan ke ITU (International Telecommunication Union). Jadi negara juga bisa men-take over (mengambil alih kembali-red.)," lanjutnya.
Isu yang beredar menyebut, slot orbit 150,5 BT diinginkan oleh konsorsium perbankan yang ingin memiliki satelit sendiri untuk jalur komunikasi.
Ketika hal itu coba dikonfirmasi ke Menkominfo, sayang ia enggan mengungkapnya lebih jauh dengan alasan slot orbit tersebut kini masih diisi oleh satelit Indosat.
(ash/fyk)