Ada hal menarik pada perhelatan KTT APEC 2013 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali. Yakni aroma persaingan yang menyengat di antara operator seluler tiga besar Indonesia: Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata.
Persaingan ini dapat terlihat di sisi ruang makan para pewarta selama KTT APEC 2013 di Singaraja Hall BNDCC. Operator 'The Big Three' mendominasi deretan booth yang berjejer, satu slot di luar operator cuma diisi Bank Mandiri.
Booth-booth milik Telkomsel, Indosat, dan XL dipercantik guna memamerkan produk dan layanan unggulan mereka. Tak lupa, berbagai acara dihadirkan untuk menggaet audiens.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adu gengsi juga terasa saat ketiga operator tersebut berlomba-lomba menghadirkan Menkominfo Tifatul Sembiring ke booth mereka. Jepret! momentum ini pun langsung diabadikan lewat kamera yang sudah stand-by.
Orang dalam operator mengakui bahwa keberadaan booth mereka di KTT APEC mengandung unsur harga diri. "Pastinya melihat kompetitor buka booth juga melecut kita bikin juga. Gengsi lah kalau sampai gak ikut di event sebesar ini," bisik orang dalam salah satu operator tersebut kepada detikINET.
Pun demikian, terlepas dari adu gengsi ini. Para operator pastinya juga ingin mendukung pelaksanaan KTT APEC yang dijejali oleh ribuan delegasi tersebut.
Tak sekadar gimmick, berbagai persiapan mulai dari merilis produk baru dan permak jaringan sudah dikerjakan dari jauh-jauh hari. Hal ini seraya menegaskan bahwa mereka tak sekadar jualan.
'Amunisi' The Big Three
Telkomsel misalnya, operator seluler terbesar di Indonesia ini melakukan optimalisasi 1.344 BTS dan membangun 181 BTS baru untuk menyambut KTT APEC. Tak lupa, Telkomsel juga coba menarik perhatian dengan melakukan trial LTE.
Telkomsel menggunakan pita frekuensi 1800 MHz selebar 5 MHz dengan menggeber 39 eNodeB (BTS 4G LTE) untuk meng-cover seluruh lokasi strategis KTT APEC.
Wilayah ini meliputi Bandara Ngurah Rai, BNDCC (Bali Nusa Dua Convention Center), BICC (Bali International Convention Center), Hotel Sofitel, dan sekitarnya.
Untuk meningkatkan user experience pelanggan dalam menggunakan 4G LTE, ada pula 'LTE Corner' di beberapa lokasi yaitu Bandara Ngurah Rai, BNDCC, GraPARI Kutabex, dan GraPARI Kios Nusa Dua.
Telkomsel pun mengeluarkan 5.000 kartu perdana khusus simPATI APEC 4G Trial untuk melayani kebutuhan komunikasi delegasi negara, tamu, dan peserta KTT APEC 2013.
Adapun XL Axiata, secara khusus menyiagakan 45 BTS 2G dan 51 BTS 3G. XL telah menutup area Nusa Dua dengan 3G. Selain tempat konferensi, di kawasan ini XL juga meningkatkan coverage di hotel-hotel yang menjadi tempat menginap terkait APEC.
XL menambah kapasitas jaringan 2G dan 3G yang sudah ada, serta menambah kapasitas transmisi. Persiapan khusus juga dilakukan di bandara Ngurah Rai, yang akan menjadi pintu masuk kedatangan para tamu APEC.
Trial LTE juga dilakukan XL di frekuensi 2100 MHz dan 1800 MHz. Masing-masing lebar frekuensi yang digunakan untuk LTE ini adalah 5 MHz dengan mengandalkan 7 BTS untuk menutupi wilayah bandara Ngurah Rai dan kawasan Nusa Dua tempat berlangsungnya konferensi.
Sementara Indosat mengklaim jadi satu-satunya operator telekomunikasi yang menyediakan layanan broadcasting Video Distribution Network (VDN) bagi seluruh media baik lokal maupun asing yang meliput kegiatan selama APEC 2013 di Bali.
Layanan VDN Indosat untuk memenuhi kebutuhan media dan broadcaster dalam akuisisi berita dari tempat-tempat pertemuan dan sumber-sumber berita, studio mini di booth para broadcaster, dan kemudian menyiarkannya secara langsung maupun tidak langsung ke jaringan para broadcaster di seluruh dunia melalui jaringan satelit Palapa-D dan satelit internasional lainnya yang menjadi mitra Indosat.
Layanan broadcasting yang disediakan Indosat meliputi beberapa layanan antara lain: Video Distribution Network (VDN), Standing Live Position, Fixed Telephony, Internet Connection, serta Satellite Uplinking.
Selain menjadi satu-satunya operator yang menyediakan layanan broadcasting, anak usaha Ooredoo (dulu bernama Qatar Telecom) ini juga memberikan dukungan lewat Kartu Indosat APEC.
Tidak seperti Telkomsel dan XL yang melakukan trial LTE, Indosat lebih memilih fokus untuk melakukan modernisasi jaringan 3G di frekuensi 900 MHz (U900).
'Bom' Telkom
Pun demikian, operator yang paling habis-habisan sepanjang KTT APEC 2013 ini sejatinya adalah Telkom. Jadi jika diibaratkan operator 'The Big Three' telah memberondong KTT APEC dengan 'amunisi', maka Telkom telah melepas 'bom' .
Operator pelat merah ini jadi yang paling sibuk dari segi infrastruktur dan layanan telekomunikasi ICT. Untuk mengawal KTT APEC, Telkom membangun tiga jaringan broadband dengan tiga jalur yang berbeda, antara lain jaringan WiFi, LTE Telkomsel dan layanan voice.
Semua jaringan tersebut telah mencakup berbagai kebutuhan seperti penguatan sinyal Telkomsel, fixed wireline, bandwidth internet, Metro Ethernet/VPN IP, Local Area Network (LAN) hingga mobile SNG. Telkom juga mengandalkan Indonesia Digital Network (IDN) Bali, Ngurah Rai yang bakal selalu terhubung (always connected).
Di samping tiga jalur akses yang berbeda menuju BTDC, Telkom meningkatkan kualitas jaringan di lokasi utama pelaksanaan APEC dengan membuat jaringan dalam gedung dengan 2 jalur yang berbeda dengan menggunakan teknologi fiber optik.
Adapun bandwith internet yang akan disalurkan ke area APEC tersebut mencapai 2x10 Gbps. Bandwidth ini jauh lebih besar dibandingkan dengan penyelenggaran APEC 2012 yang berlangsung di Vladivostok Russia.
Di Rusia, bandwidth yang disediakan baru sebesar 6 Gbps. Sementara itu, Telkom juga telah menyediakan 270 titik jairngan LAN dan 500 SST sambungan telepon free international call (VoIP).
Infrastruktur dan layanan ICT di media center APEC 2013 yang berlokasi di Bali Nusa Dua Convention Center ini pun diklaim setara dengan event perhelatan Olimpiade 2012 di London, Mobile World Congress 2013 di Barcelona dan Seibu Dome Tokyo, Jepang.
(ash/fyk)