Menurut catatan Qualcomm, vendor chipset yang menyuplai mayoritas handset 3G, persentase itu bisa lebih rendah lagi jika melihat sebaran pengguna yang tidak merata.
"Secara market overall 3G sudah 25%. Tapi penetrasinya bisa lebih rendah karena satu orang bisa punya minimal dua handset," kata Ben Siagian, Country Manager Qualcomm Indonesia, di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun ini harus dilihat teman-teman di operator dan prinsipal handset sebagai peluang untuk memasarkan 3G karena pasarnya masih terbuka lebar. Kami di Qualcomm juga terus mendukung lewat edukasi. Dari 2G ke 3G, jadi tak harus langsung loncat ke 4G," pungkas Ben.
(rou/rou)