Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pelanggan Fiktif Indosat Susut 2,5 Juta

Pelanggan Fiktif Indosat Susut 2,5 Juta


- detikInet

CEO Indosat Alexander Rusli dan CMO Indosat Erik Meijer
Jakarta - PT Indosat Tbk mencatat penurunan jumlah pelanggan sebanyak 2,5 juta selama tiga bulan pertama di awal 2013. Pelanggan itu terpaksa dihapus dari server karena fiktif.

Tercatat, pelanggan Indosat turun dari 58,5 juta di kuartal keempat 2012 menjadi 55,9 juta pelanggan di kuartal pertama 2013. Namun, secara full year pelanggan Indosat naik dari 52,1 juta pelanggan di kuartal pertama 2012 ke 55,9 juta di kuartal pertama 2013.

"Pelanggan kuartal pertama menurun karena perusahaan melakukan perbaikan-perbaikan. Itu sering kali mendorong di lapangan bahwa angka-angka itu tidak terlalu riil," kata Direktur Utama Indosat Alexander Rusli.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mengutamakan pelanggan beneran dalam struktur pelanggan Indosat, bukan yang hanya baru masuk kemudian keluar lagi," jelasnya usai RUPS Tahunan dan Public Expose 2013, di Gedung Indosat, Jakarta, Selasa (18/6/2013).

Terkait hal itu, Alex menjelaskan jika perseroan baru saja melakukan pembersihan pelanggan. Menurutnya, Indosat hanya akan mempertahankan pelanggan yang benar-benar setia.

"Apa yang terjadi penurunan pelanggan itu karena pembersihan pelanggan yang fiktif, tidak pernah reload dan mencari dengan yang lebih aktif," ujarnya.

Untuk itu, perseroan berusaha memberikan program-program untuk menarik pelanggan seperti
paket promo Imlek di Februari kemarin, Mentari Optima Rp 49 ribu di bulan Maret, paket Blackberry Rp 90 ribu.

"Kita melakukan berbagai macam program untuk menarik pelanggan," kata Alex.

Sementara itu, perseroan mencatat rugi Rp 71,1 miliar di triwulan pertama 2013, kerugian ini bengkak 214% dibandingkan posisi pada periode yang sama tahun lalu yang rugi Rp 22,6 miliar.

Membengkaknya kerugian ini akibat adanya peningkatan beban pendanaan sebagai akibat penerapan transaksi sewa dalam penjualan menara telekomunikasi.

Sementara pendapatan Anak usaha Ooredoo (dulu Qatar Telecom/Qtel) itu di tiga bulan pertama tahun ini dibukukan Rp 5,788 triliun, naik 17% dibandingkan posisi pendapatan tahun lalu pada periode yang sama Rp 4,921 triliun.

Nilai dari akselerasi depresiasi di akhir Maret 2013 itu mencapai Rp 302 miliar dengan rugi kurs sebesar Rp 81 miliar. Rugi kurs ini diakibatkan utang perseroan dalam bentuk dolar AS.

Total utang Indosat di triwulan pertama 2013 juga mencapai Rp 21,459 triliun, sudah berkurang 7,2% dari posisinya tahun lalu di periode yang sama Rp 23,11 triliun.

Tahun ini, Indosat membidik pertumbuhan pendapatan minimal setara dengan pertumbuhan industri telekomunikasi 11%. Dengan pertumbuhan 11% maka pandapatan Indosat di akhir 2013 ini bisa mencapai Rp 6,42 triliun.

(rou/rou)







Hide Ads