Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Internetan di Pesawat Lion Air Menanti Restu Regulator

Internetan di Pesawat Lion Air Menanti Restu Regulator


Susetyo Dwi Prihadi - detikInet

Suasana Acara (tyo/detikINET)
Jakarta -

Lion Air dan Telkomsel boleh saja sudah sepakat untuk menyajikan layanan sistem komunikasi kepada para pelanggan di udara. Pun demikian, fasilitas ini masih harus menunggu restu regulator.

Sebab niat yang tertuang dalam perjanjian Lion Air-Telkomsel ternyata belum sepenuhnya mendapat lampu hijau regulator. Baik itu dari regulator telekomunikasi ataupun penerbangan.

Sehingga ketika ditanya oleh para wartawan soal kapan proyek in-flight communication di pesawat Lion Air bakal direalisasikan? Mereka masih belum bisa memastikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Sales Telkomsel Mas'ud Khamid mengatakan bahwa implementasi rencana ini tentunya semakin cepat bakal semakin baik.

Namun, lanjutnya, perlu adanya pembicaraan antara regulasi telekomunikasi dan penerbangan agar tidak terjadi pelanggaran peraturan. Sebab, layanan telekomunikasi di udara berbeda dengan darat dan laut.

"Kita baru mau duduk bareng dengan pihak regulasi agar layanan ini bisa terwujud. Yang pentingkan idenya dulu, baru direalisasikan," tukas Mas'ud di hotel Sheraton Bandara, Jakarta, Rabu (10/4/2011).

Dia menambahkan, kendati sama-sama menggunakan perangkat dan jaringan radio. Tapi frekuensi radio di udara jauh lebih kompleks, ketimbang di laut dan darat.

Telkomsel sendiri memang sudah membuat inovasi dengan menyediakan layanan di laut dengan memasang mini BTS di kapal perintis dan komersil.

"Intinya semua prosedur akan kita ikuti baik itu standar komunikasi dari ITU (International Telecommunication Union) dan standar-standar penerbangan dari Lion Air juga," tambahnya.

Mas'ud menandaskan, masih belum tahu apakah nantinya bila diimplemantasikan, pelanggan Telkomsel untuk bisa internetan harus switch ke WiFi atau ke metode seluler.

"Pelan-pelan dulu. Sekarang kita mencoba menanawarkan program penjualan SIM Card di atas pesawat. Targetnya bisa penumpang domestik dan internasional," pungkasnya.

(tyo/ash)





Hide Ads