Direktur Enterprise & Wholesale (EWS) Telkom Muhammad Awaluddin menyatakan, mereka menargetkan untuk membangun hotspot di seluruh sekolah yang ada Indonesia.
Sekolah yang dimaksud, tidak sebatas sekolah umum seperti SLTP dan SLTA, namun termasuk juga kampus, hingga pesantren dan lembaga pendidikan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investasi yang ditanamkan Telkom untuk penyediaan akses WiFi di 300 ribu sekolah itu terbilang besar. Untuk setiap titik hotspot yang dibangun itu, Telkom berinvestasi sebesar Rp 5 juta, dan jumlah hotspot di satu area kadang lebih dari satu.
"Misalnya di USU ini, kita memasang di 25 titik," tukas Awaluddin.
Memang, ia menambahkan, ada aspek sosial Telkom dalam program ini, yakni dalam upaya meningkatkan daya saing pendidikan Indonesia dengan negara lain. Pun demikian, ada juga peluang margin yang dapat dikeruk Telkom. Sebanyak 300 ribu sekolah, kampus hingga pesantren itu merupakan pasar yang potensial.
"Ada 52 juta siswa, mahasiswa, guru dan dosen di sana, yang menggunakan internet dan ini pasar yang baik bagi Telkom," Awaluddin menandaskan.
(rul/ash)