Jakarta -
Axis menilai kehadiran layanan seperti Facebook, Google, WhatsApp, dan layanan over-the-top (OTT) lainnya sulit dibendung. Karena sulit dilawan, anak usaha Saudi Telecom Company dan Maxis Communication itu lebih memilih berkolaborasi dengan OTT.
"OTT itu susah dilawan. Selama masih menguntungkan, OTT kita jadikan
vehicle saja, kita ajak kolaborasi," kata Syakieb Sungkar, Direktur Sales Axis Telekom Indonesia, di acara 'OTT: Friend or Foe?' di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (18/12/2012).
Ia juga menilai, wacana operator untuk membangun layanan OTT sendiri bukan hal yang mudah untuk diwujudkan. "Sebab, menciptakan OTT baru itu
effort-nya sangat besar," kata Syakieb.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi selama OTT lokal belum bisa sebagus dan sekreatif OTT global, lebih baik kita kolaborasikan saja, asalkan operator tidak hanya jadi
dumb pipe. Kalaupun OTT lokal ada yang bagus, jangan diikat ekslusif oleh operator, karena ujung-ujungnya bisa mati juga," pungkasnya.
(ash/ash)