Telkomsel mengakui penetrasi pelanggan telekomunikasi di Indonesia telah melampaui titik jenuh dengan teledensitas 120% dari total populasi 240 juta. Itu sebabnya, sang operator mulai gencar menyasar segmen non-human sebagai pelanggan baru.
"Di 2012 ini saja penetrasi pelanggan telekomunikasi sudah 120%. Mulai dari anak-anak yang belum bisa ngomong sampai ke manula," kata Alek J Sinaga, Dirut Telkomsel di Hotel Santika Mataram, Nusa Tenggara Barat, akhir pekan ini.
Itu sebabnya, Telkomsel mencoba terobosan revolusioner untuk mencari pelanggan baru dengan membagi segmen pelanggan ke dalam tiga kelompok, people to people, people to machine, dan machine to machine.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya kita tidak berhenti ke people to people saja, tapi juga people to machine dan machine to machine. Calon pelanggan itu menjadi unlimited dengan adanya broadband," papar Alex.
Saat ini Telkomsel sudah memiliki 122 juta pelanggan yang masih bisa menembus 123 juta pelanggan di akhir 2012 dengan 54 juta di antaranya pelanggan broadband. Telkomsel yang sudah membangun 200 kota broadband juga menargetkan 470 kota broadband di 2014.
"Di 470 brodband city itu nantinya pelanggan kami paling banyak pelanggan data. Dan di 2016, semua pelanggan kita sudah enable data, termasuk machine to machine," tukasnya.
Menurut Direktur Sales Telkomsel Mas'ud Khamid, pelanggan dari segmen non-human ini baru berkisar 500 ribu dari total 122 juta pelanggan Telkomsel. Namun Telkomsel berharap, dengan target tambahan 17 juta pelanggan di 2013 nanti, pelanggan dominan dari segmen mesin hingga total mencapai 5%-7%.
"Banyak SIM card yang di-insert di mesin EDC, GPS tracking, bahkan car radio berbasis Android. Kami akan terus mencari sumber-sumber revenue baru dengan memaksimalkan infrastruktur yang kita punya," kata Mas'ud.
Menurutnya, saat ini kontribusi dari pelanggan mesin masih kurang dari 1% dari total revenue Telkomsel dan segmen data sekitar 26%-27%.
"Tahun depan segmen mesin harus beri kontribusi pendapatan 30% dan tahun 2016 100%. Lagipula kalau sudah banyak apps voice gratis dan messenger, jadi kami lari ke data saja sekalian," pungkasnya.
(rou/fyk)