Perry Warjiyo mundur dari posisi Gubenur Bank Indonesia (BI). Di media sosial, banyak yang mengucapkan terima kasih atas terobosan QRIS yang muncul di eranya.
Selama memimpin Bank Indonesia sebagai Gubernur (2018-2026), Perry berfokus pada digitalisasi sistem pembayaran nasional. Dia juga berupaya menjaga stabilitas moneter saat krisis global.
Selain itu, era Perry juga menginisiasi QRIS antar negara agar dapat digunakan berbelanja di luar negeri. Malaysia, Thailand, dan Singapura, bahkan sudah mulai menerima QRIS sehingga tidak perlu menukar uang tunai saat melancong ke sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di media sosial khususnya X, banyak yang menyuarakan rasa terima kasih mereka kepada Perry Warjiyo setelah mengabdi sejak era Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
"Pak Perry Warjiyo, terima kasih untuk QRIS-nya. ππ»," ungkap @6_arung di X.
"Oh ya. Terima kasih untuk QRIS-nya, Pak Perry Warjiyo. Sekarang juga udah bisa dipakai untuk bayar AliPay di China, ZeroPay di Korea, dan di beberapa negara lain," ujar @ardisatriawan.
"gubernur BI, Perry Warjiyo mengundurkan diri. btw dia ini salah satu orang penting yang menginovasi terbentuknya QRIS," tulis yang lain.
"Kontribusi seperti QRIS dan BI-FAST memang terasa langsung manfaatnya buat masyarakat. Soal dampak pergantian gubernur, biarkan data yang berbicara seiring waktu," seru @RavenweX.
Sebelumnya diberitakan bahwa surat pengunduran diri diajukan Perry ke Presiden Prabowo Subianto dan telah diterima.
"Bahwa per kemarin secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada Bapak Presiden," kata Mensesneg Prasetyo Hadi, di Gedung BI, Jakarta Pusat, Senin (27/7).
Di kesempatan yang sama, Prabowo mengucapkan terima kasih atas dedikasi Perry yang telah berkontribusi selama hampir tujuh tahun.
"Maka yang pertama Bapak Presiden menerima pengunduran diri dari Bapak Perry Warjiyo untuk disertai dengan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi beliau selama kurang lebih 7 tahun lamanya memimpin Bank Indonesia," tutur Pras.
(ask/fay)

