Menurut Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo M Budi Setiawan, pihaknya telah bertekad tak lagi menunda proses seleksi 3G setelah mendapat restu dari Menkominfo Tifatul Sembiring setelah Telkomsel memenangkan kasasi perkara pailit.
"Pertengahan bulan ini sudah bisa dibuka seleksinya. Kemudian awal tahun masukin berkas penyerahan dokumen peserta lelang dan Maret prosesnya selesai, pemenang tender dua blok itu sudah ada," kata Budi saat mengikuti peresmian 200 kota Broadband Telkomsel, di Mataram, NTB, akhir pekan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi juga menegaskan, harga reserved price untuk masing-masing blok kanal akan berkisar Rp 500 miliar atau sekitar Rp 1 triliun jika memborong dua sekaligus. Harga ini lebih besar dibandingkan lelang pertama pada 2006 lalu karena waktunya sudah berbeda. Saat ini telah beberapa kali terjadi inflasi BI rate dan ada beberapa faktor yang menyebabkan harga meningkat.
"Harganya tidak bisa turun dari 2006, bisa ditangkap KPK kalau kita turunkan. Kecuali memang bisa dibuktikan kalau memang bisa turun. Lagipula tidak ada yang mengeluh, semua operator siap dengan harga itu," pungkasnya.
Menurut Budi, sejauh ini operator yang sudah menyatakan minatnya untuk mendapatkan tambahan blok 3G ini adalah Telkomsel, XL Axiata, Axis Telekom Indonesia, dan Hutchison CP Telecommunication.
(rou/fyk)