Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Meta Hapus 11 Juta Akun Penipu, 63 Pelaku Sindikat Besar Ditangkap

Meta Hapus 11 Juta Akun Penipu, 63 Pelaku Sindikat Besar Ditangkap


Aisyah Kamaliah - detikInet

Darkweb, darknet and hacking concept. Hacker with cellphone. Man using dark web with smartphone. Mobile phone fraud, online scam and cyber security threat. Scammer using stolen cell. AR data code.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Tero Vesalainen
Jakarta -

Meta tak main-main dalam upaya memberantas scammer di platform mereka. Sindikat besar penipu bahkan sudah berhasil ditangkap karena model AI mereka berhasil melacak sinyal kontekstual dan mengidentifikasi jaringan penipuan yang persisten.

"Tahun lalu, kami menghapus lebih dari 159 juta iklan penipuan. Kami menghilangkan hampir 11 juta akun yang mungkin terkait dengan jaringan penipuan kriminal," kata Ben Joe Vice President Meta Asia Pasific.

"Tahun ini, kami melakukan upaya lebih jauh dengan bekerja sama bersama Microsoft, Point Base, Departemen Kehakiman AS, kepolisian, serta berbagai instansi pemerintah dan pihak berwenang di banyak wilayah," sambungnya kepada rekan media di 'Virtual Briefing APAC Meta Business Updates 2026', Kamis (13/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Akibatnya, lebih dari satu juta akun, halaman, dan grup yang terkait dengan penipuan dihapus Meta. Bahkan 63 individu dari sindikat penipuan besar telah ditangkap dan diamankan.

Fakta menarik lainnya, penurunan ads yang terindikasi scam sebagian besar tidak sampai harus dilaporkan oleh pengguna. Meta lebih dulu menurunkan 92% iklan penipuan yang melanggar kebijakan, bahkan sebelum pengguna melaporkannya.

Untuk menegaskan komitmennya, Meta menerapkan kebijakan tegas untuk memastikan bahwa 90% pendapatan iklan globalnya berasal dari entitas bisnis terverifikasi pada akhir tahun 2026. Dengan begitu, platformnya dapat dengan bangga menyebut mereka lingkungan aman bagi pengguna.

Meski platformnya menjamin keamanan pengguna, Meta tetap berupaya untuk memberikan edukasi kepada consumer. Salah satunya kampanye keamanan siber yang telah sampai kepada 300 juta pengguna. Kampanye tersebut mengingatkan pengguna akan pentingnya pass key dan two factor authentication.

"Jadi pada dasarnya, kami ingin mengedukasi masyarakat untuk mengunci pintu depan digital mereka sebelum ada orang yang masuk," terang Joe.



(ask/fay)




Hide Ads