Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Mataram Jadi Kota Broadband ke-200 Telkomsel

Mataram Jadi Kota Broadband ke-200 Telkomsel


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

Suasana acara (rou/inet)
Mataram - Kota Mataram di Nusa Tenggara Barat menjadi kota broadband yang ke-200 Telkomsel sejak operator seluler itu memulai program ini satu setengah tahun yang lalu.
Β 
Direktur Utama Telkomsel, Alex J Sinaga, mengaku bangga dengan prestasi ini karena Telkomsel berhasil melebihi ekspektasi yang ada pada Master Plan Perencanaan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Β 
"Kami berhasil membangun Indonesia connected dengan pembangunan broadband city yang lebih cepat dan lebih banyak dari yang ditargetkan MP3EI," katanya dalam peresmian di Hotel Santika Mataram, Sabtu (8/12/2012).
Β 
Sejak program pembangunan Broadband City ini dimulai Telkomsel pada Juli 2011 lalu, target yang dicanangkan hanya 100 kota di akhir 2012. Namun nyatanya, pencapaian pembangunannya bisa dua kali lipat.
Β 
Syukuran peresmian Broadband City Telkomsel yang ke-200 ini juga dihadiri Gubernur NTB TGH Zainul Majedi, Kapolda NTB Brigjen Muhammad Irawan, Dirjen SDPPI Kementerian Kominfo M Budi Setiawan.
Β 
Ketiganya memberikan apresiasi kepada Telkomsel, namun dengan catatan operator seluler ini tetap bisa menjaga kualitas layanan (QoS) akses datanya di NTB dan di kota-kota broadband lainnya.
Β 
"Saya pengguna Telkomsel dan mulai merasakan jaringannya jadi lelet karena Telkomsel kebanyakan jumlah pelanggan. Saya harap kualitasnya semakin membaik ke depan," kata Gubernur NTB.
Β 
Keluhan Gubernur NTB bisa dimaklumi mengingat kata Dirut Telkomsel, 90% pelanggan data di NTB menggunakan Telkomsel. Namun Alex bilang tak perlu khawatir, karena Telkomsel akan terus meningkatkan kualitas jaringannya seiring dengan penambahan BTS 3G.
Β 
Dalam sebelas bulan terakhir hingga minggu awal Desember, Telkomsel telah membangun 11.000 BTS baru atau sekitar 1.000 BTS per bulan, dengan komposisi 50% di antaranya adalah BTS 3G.
Β 
Total sejak beroperasi 1995 lalu, Telkomsel telah membangun 54.000 BTS di seluruh Indonesia dengan 15.000 di antaranya adalah BTS 3G yang melayani 54 juta pengguna data broadband dari total 122 juta pelanggan.
Β 
"Definisi broadband city sendiri adalah kota-kota yang sudah terlayani jaringan broadband Telkomsel dengan kecepatan akses minimal 512 kbps," kata Alex.
Β 
Setelah Mataram, Telkomsel masih akan terus memperluas akses telekomunikasi data pita lebar seluler ini hingga ke daerah-daerah terpencil, mulai dari Lhokseumawe, Aceh, hingga Sorong, Papua.
Β 
"Diharapkan dengan semakin banyaknya kehadiran broadband city di Indonesia akan mendorong peningkatan ekonomi, memberi peluang bagi UKM untuk memasarkan produknya hingga pasar global," kata Alex.
Β 
Ia menambahkan, broadband city ini juga diharapkan membantu anak sekolah dalam belajar, membuka wawasan para guru, dan meningkatkan kreativitas kaum muda.
Β 
"Kami akan terus membangun broadband city. Di 2014 nanti, kami menargetkan pembangunan broadband city ini sudah akan menjangkau hingga 470 kota di Indonesia," pungkas Alex.

(rou/fyk)





Hide Ads