"Bisnis penyewaan menara sekarang terlalu didominasi oleh dua pemain besar sehingga biaya sewa menjadi tidak kompetitif," kata Alexander Rusli, Presiden Direktur & CEO Indosat saat ditemui di Thamrin City, Jakarta, Kamis (6/12/2012).
Indosat di pertengahan kuartal pertama 2012 telah menjual 2.500 dari 4.000 menara miliknya. Menurut Alex, jika sisa menaranya dilepas, tentu peluang perusahaan besar untuk mengakuisisi dan membuat penawaran harga sewa menara di pasar jadi tidak menarik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menegaskan, masalah penjualan menara bukan hanya mahal atau murah karena yang dilihat harga sewa ke depan.
"Kita harus pertimbangkan juga kondisi di industri. Jangan sampai harga sewa itu terlalu tinggi, padahal yang disewa bekas menara operator juga. Apalagi, para pemain kecil berani memberikan harga miring," keluh Alex.
Sebelumnya, Indosat dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) pada tahun ini menuntaskan penyelesaian dari transaksi penjualan dan penyewaan kembali 2.500 menara.
Transaksi dengan upfront consideration sebesar USD 406 juta dimana pembayaran transaksi dengan beberapa penyesuaian pada saat penyelesaian yang terdiri dari pembayaran secara tunai dan 239.826.310 saham baru yang diterbitkan oleh TBIG, yang mewakili sekitar 5% dari modal disetor perusahaan menara itu.
Sebelumnya, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Mei 2012 lalu, Direktur Keuangan Indosat Curt Stefan Carlsson mengungkapkan, pihaknya tengah mengkaji untuk melepas kembali menara yang tersisa.
"Kami akan mengevaluasi nilai tambah yang diberikan calon penawar dan faktor penentu lainnya. Urusan dengan TBIG untuk 2.500 menara, sedangkan sisa menara yang akan dilepas pada 2013 itu komitmen berbeda. Bisa saja TBIG kembali memenangkan lelang tersebut, bisa juga pihak lain," kata Curt waktu itu.
Bagi TBIG, diakuisisinya menara milik Indosat secara signifikan menaikkan performa perseroan. TBIG memiliki 12.953 penyewaan dan 8.171 site telekomunikasi per 30 September 2012.
Site telekomunikasi miliknya terdiri dari 6.714 menara telekomunikasi, 1.040 shelter-only, dan 417 jaringan DAS. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 11.496, maka rasio collocation (tenancy ratio) perseroan menjadi 1,71.
(rou/tyo)