Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Didemo Ratusan Karyawan, Huawei Jamin Operasional Aman

Didemo Ratusan Karyawan, Huawei Jamin Operasional Aman


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

Demo Karyawan Huawei (rou/inet)
Jakarta - Huawei Tech Investment (HTI) menyatakan aksi demo mogok kerja ratusan karyawannya tak akan mengganggu kinerja operasional dan dukungan layanan yang diselenggarakan melalui sejumlah mitra operator telekomunikasinya.

"Demo buruh yang sedang terjadi sekarang tidak akan mempengaruhi kinerja operasional Huawei," kata Dani K Ristandi, Direktur SDM Huawei Indonesia saat dikonfirmasi detikINET, Kamis (29/11/2012).

Seperti diberitakan sebelumnya, para karyawan Huawei yang tergabung dalam Serikat Pekerja (SEHATI) melakukan demo mogok kerja mulai hari ini Kamis, 29 November 2012.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Serikat Pekerja Heru Waskito Krisnamurti menyatakan, aksi mogok dilakukan karena tidak adanya kesepakatan antara manajemen dengan SEHATI.

Mereka pun mengancam bakal melumpuhkan jaringan telekomunikasi yang dioperasikan jika tuntutan mereka tak juga dipenuhi oleh pihak manajemen perusahaan.

"Kami akan melumpuhkan Gedung Tifa. Di situ akan kita hentikan semua project Telkomsel, Indosat, HCPT, MNC, SCTV. Kami sudah dapat dukungan dari Sepakat, Serikat Pekerja Telkomsel," kata para Serikat Pekerja Huawei dalam orasi demonya.

Adapun beberapa tuntutan karyawan yang disuarakan saat demo, di antaranya meminta penghapusan outsourcing dan Huawei tidak lagi bekerjasama dengan outsourcing untuk pekerjaan utama.

Kemudian soal kontrak karyawan mengacu pada aturan UU No 13/2003. Serta tuntutan kenaikan gaji regular per tahun diberlakukan sesuai dengan rata-rata inflasi, dan menyoal peraturan Tenaga Kerja Asing (TKA) harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia.

"Dari 4.000 karyawan Huawei se-Indonesia, ada 1.300 pekerja asing dimana 1.000 di antaranya adalah TKA ilegal dari China. Kami punya bukti dokumennya. Kerjaan mereka cuma 4D: datang, duduk, damprat-damprat. Kami menuntut agar mereka segera dideportasi," kata Heru.

Kabar tentang Huawei banyak memperkerjakan TKA dari China sudah lama merebak di industri telekomunikasi. Masuknya ekspatriat ini karena Huawei menawarkan pola total solusi ke pelanggannya dimana proyek menjadi berjangka panjang termasuk maintenance. Inilah yang membuat para TKA menjadi lama tinggal di Indonesia.

Saat dikonfirmasi, manajemen Huawei Indonesia sendiri mengaku mengetahui dan menyadari sepenuhnya mengenai hal-hal yang diminta oleh Serikat Pekerjanya, yang pada dasarnya juga diklaim merupakan kepedulian perusahaan.

"Saat ini, manajemen perusahaan sedang dalam proses perundingan dengan perwakilan SEHATI. Perusahaan tentunya akan selalu mematuhi seluruh peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia," kata Dani.

Dari pantauan di lapangan, demo sendiri masih berlangsung hingga siang ini di gerbang depan gedung BRI II Jakarta.

(rou/ash)






Hide Ads