"Dari 1.300 karyawan asing di Huawei sedikitnya ada 1.000 TKA ilegal dari China. Kami punya bukti dokumennya," ketus Ketua Serikat Pekerja Huawei Heru Krisnamurti yang ditemui di sela demo di Gedung BRI 2, Jakarta, Kamis (29/11/2012).
Ia pun memaparkan, para ekspatriat ilegal ini bisa bekerja hanya bermodalkan KITAS dan Visa turis. "Mereka merasa kalau sudah ada KITAS sudah bisa kerja, padahal itu cuma VISA kunjungan saja. Mereka memanipulasi," tuding Heru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini yang sedang kami perjuangkan. Banyak kesenjangan antara karyawan lokal dan asing. Aksi demo ini untuk memberi tekanan kepada manajemen bahwa tanpa pegawai lokal mereka juga tidak bisa apa-apa," tandasnya.
(rou/ash)