"Kami memang tidak suka pekerja asing yang masuk ke Indosat secara tiba-tiba tanpa rekrutmen jelas. Tapi kalau Erik Meijer beda, dia kan direksi yang diangkat secara resmi melalui RUPS," kata Abdul Kohar, Kabid Humas Serikat Pekerja Indosat (SPI), yang ditemui detikINET di kantor pusat Indosat.
Erik sendiri diangkat sebagai Director & Chief Commercial Officer Indosat dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berlangsung 14 Mei 2012 lalu. Mantan Wakil Direktur Utama Bidang Pemasaran Bakrie Telecom ini menggantikan posisi yang sebelumnya dipegang Laszlo Imre Barta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Ketua SPI Yoan Hardi, mengungkapkan ada sekitar 40 ekspatriat asing yang menduduki posisi penting di Indosat. Tak hanya itu, ada sekitar 465 pegawai asing lain yang tiba-tiba masuk tanpa pengangkatan yang jelas.
"Makin banyak tenaga asing yang terlibat di perusahaan sejak krisis Eropa, sebagian mengisi posisi struktural dan sebagian yang lain berperan sebagai advisor. Mereka ini memakan anggaran yang tinggi, berakibat pada efisiensi perusahaan yang rendah, menurunkan tingkat produktivitas dan performansi keuangan perusahaan," kata Yoan.
Ia menuding, rusaknya sistem rekrutmen di Indosat diindikasikan oleh adanya oknum yang membawa kepentingan tertentu yang tidak terlihat memiliki keinginan baik untuk memahami sejarah Indosat dan budayanya.
Oknum ini juga, lanjutnya, tidak memahami bisnis telekomunikasi Indonesia, terindikasi kolutif dan tidak berpihak pada kebijakan pemakaian produk dalam negeri yang dicanangkan pemerintah di hampir setiap pengadaan barang.
"SPI telah berulang kali mempertanyakan tentang sejauh mana perusahaan melakukan proses evaluasi terhadap kinerja para ekspatriat tersebut dalam kontribusinya terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan. Apalagi dari sisi gaji, antara yang lokal dan ekspatriat ini timpang sekali," keluhnya tanpa bisa merinci detail dari perbedaan gaji timpang tersebut.
Berangkat dari hal tersebut, SPI mengeluarkan tujuh permintaan kepada manajemen Indosat:
1. Review keberadaan karyawan yang direkrut tanpa melalui prosedur normal.
2. Berlakukan sistem remunerasi (penggajian) yang setara dan berlaku sama bagi seluruh karyawan.
3. Lakukan efisiensi tepat sasaran dan tidak kontradiktif, misalnya di saat gencar efisiensi terhadap fasilitas karyawan, banyak dilakukan pengadaan konsultan dan rekrutmen (lemahnya talent manajemen mengakibatkan double cost/pembiayaan ganda).
4. Lakukan kajian pelaksanaan pensiun dini dengan paket yang menarik dan pelaksanaannya secara bertahap untuk mengendalikan beban biaya perusahaan.
5. Beri kesempatan berkarir yang seluas-luasnya dan seadil-adilnya kepada seluruh karyawan Indosat.
6. Lakukan upaya-upaya peningkatan kompetensi karyawan.
7. CEO baru harus menjadi teladan bagi seluruh karyawan dan menjadi leader/pemimpin dalam memajukan perusahaan.
SPI juga menganggap pergantian CEO Indosat saat ini adalah momentum penting untuk menharmoniskan disharmoni internal untuk kemudian menghasilkan sinergi terbaik untuk meningkatkan performansi perusahaan.
CEO dan Dirut baru Indosat, Alexander Rusli, telah berjanji akan memperjuangkan hak-hak para pegawai Indosat semaksimal mungkin saat ia resmi menempati posisi barunya nanti per 1 November 2012. "Saya janji sejanji-janjinya," ujarnya di hadapan ratusan karyawan yang melakukan demo, kemarin.
(rou/rou)