"Tolong dirapikan dan disimpan kembali peralatan demo ini. Nanti akan kita pakai lagi untuk demo jika tuntutan kita tak dipenuhi," kata salah satu orator dari Serikat Pekerja Indosat usai demo yang berlangsung di halaman gedung kantor pusat Indosat di Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (18/10/2012).
Ketua Serikat Pekerja Indosat, Yoan Hardi, berjanji akan menagih kembali janji manajemen yang disampaikan Alex Rusli saat menenangkan ratusan massa karyawan yang mempertanyakan banyaknya karyawan asing yang masuk ke Indosat tanpa dilihat kompetensinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari orasi yang disampaikan, Serikat Pekerja juga menyatakan keprihatinannya akibat sistem rekrutmen yang tidak transparan, sistem remunerasi yang dianggap tidak fair. Banyaknya konsultan asing yang dipakai juga dikeluhkan sebagai pemborosan.
"Orang lokal untuk menyediakan kopi buat tamu saja tidak ada, masak cuma bisa kasih air putih. Parkir pun susah. Sementara, setiap ekspat diberi fasilitas apartemen USD 3.500. Itu fakta atau fiktif?" seru Sekjen Serikat Pekerja Dwiyanto yang disambut dengan seruan "Faktaaaa!!!," oleh ratusan karyawan Indosat yang turun demo.
"Saat perjalanan dinas, kami yang lokal disediakan supir pun tidak. Harus nyetir sendiri. Sementara ekspat diberi fasilitas SPJ uang dinas sampai setengah miliar rupiah. Itu fakta atau fiktif?" tanya Dwiyanto lagi. Serentak karyawan pun berteriak, "Faktaaaa!!!"
Dalam orasinya, Dwiyanto menegaskan, apa yang dituntutkan oleh para karyawan dalam serikat pekerja bukan bermaksud untuk menjatuhkan Indosat. "Justru kami ingin agar Indosat kembali tegak dan berjaya," tandasnya.
(rou/eno)