Dikatakan oleh Presiden Direktur XL Axiata Hasnul Suhaimi, tidak mungkin melakukan hal serupa seperti Indosat yang meminta tambahan di 900 MHz, karena memang sudah tidak ada tempat lagi.
"Saat ini yang bisa kita lakukan adalah memaksimalkan pembangunan BTS Node B di rentang frekuensi 2,1 GHz. Tidak hanya meningkatkan, tapi juga melakukan efisiensi dalam pembangunannya," jelasnya di Menara Prima, Jakarta, Senin (8/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi bila di suatu kawasan itu bertambah pelanggannya, maka kita menambahkan di bagian atas BTS-nya. Bila bertambah lagi pelanggannya, ya baru kita tambah lagi di bagian tengahnya. Ini jauh lebih efisien," terangnya.
Kebutuhan data bagi pelanggan Xl yang terus meningkat tentu saja menjadi membuat operator ini mau tidak mau harus mendapatkan salah satu dari dua blok tambahan di sisa frekuensi 2,1 Ghz. Walaupun semua keputusan ada di tangan pemerintah, Hasnul sangat berharap bisa memenangkan beauty contest tersebut.
Nah, strategi lain yang mungkin yang akan dilakukan XL adalah melirik izin teknologi netral di frekuensi 1.800 Mhz yang selama ini digunakan untuk 2G. Untuk hal ini Hasnul mengaku sudah pernah meminta izin ke pemerintah beberapa tahun lalu. "Namun belum direspon sampai saat ini," tegasnya.
Hasnul meyakni, XL akan coba meminta izin kembali di rentang frekuensi 1.800 MHz tersebut dengan catatatn adanya penataan ulang. "Kan teknologi netral di 1.800 MHz itu memang sebaiknya ditata ulang dulu, lalu dilihat mana yang tidak dipakai lalu dikembalikan ke pemerintah," serunya.
Namun XL tidak sendiri, menurut Dirjen Sumber Daya dan perangkat Pos Kominfo M Budi Setiawan, disela-sela soft launch Indosat 3G 900 MHz di Padang, Sumatera Barat, Telkomsel tengah mengajukan izin di frekuensi yang sama.
Menurut Budi hal itu sah-sah saja, karena akan diproses sama sesuai permintaan operator. Ditegaskan juga, pemerinta berencana untuk menata ulang alokasi frekuensi di 900 MHz dan 1.800 MHz karena ada operator yang rata kepemilikannya.
"Prinsipnya semua bisa dipertimbangkan. Ada yang belum punya di 900 MHz bisa dipertimbangkan," tandas Budi.
(tyo/rou)