Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Masih Nomor Satu, Ericsson Tak Mau Ikut Banting Harga

Masih Nomor Satu, Ericsson Tak Mau Ikut Banting Harga


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

BTS (bgs/detik)
Jakarta - Ericsson yang mengaku menguasai 60% lebih pangsa pasar jaringan telekomunikasi global tak mau ikutan banting harga seperti yang ditawarkan vendor China karena jarak mereka diklaim masih terlalu jauh, dua kali lipat dari posisi terbesar kedua.

Vendor asal Swedia ini mengaku tak takut berkompetisi dengan para vendor jaringan seperti Huawei dan ZTE yang kian menggerogoti pasar dengan penawaran harga infrastruktur yang jauh lebih murah.

CEO Ericsson Group Hans Vestberg, mengaku percaya diri masih akan mampu mempertahankan kepemimpinan pasar Ericsson dalam jangka panjang dengan mengandalkan teknologi dan pelayanan yang diklaim lebih inovatif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di era network society saat ini, aneh jika tidak ada kompetisi. Pasti ada. Kami tidak pernah takut dengan vendor dari Asia seperti Huawei karena kami punya diferensiasi masing-masing," ujarnya kepada sejumlah media dalam lunch meeting di JW Marriot, Jakarta.

Ericsson mengakui, kiprah para vendor jaringan dari China ini kian menggurita dan membuat kompetisi kian ketat. Dari 15 vendor jaringan lima tahun lalu, kini persaingan menyisakan lima vendor saja. Namun seleksi alam itu dinilai telah membuktikan Ericsson mampu bertahan di puncak klasemen.

"Mereka datang dengan services dan teknologinya, begitu pun dengan kami. Selama produk kami masih tinggi nilai jualnya, buat apa kami ikut menurunkan harga. Posisi kami masih nomor satu dengan market share lebih dari 60% dan itu dua kali lipat dari share yang dikuasai nomor dua," pungkas Vestberg.

(rou/ash)







Hide Ads