Presiden Direktur & CEO PT Indosat Tbk Harry Sasongko mengungkapkan, izin pemanfaatan teknologi 3G atau dikenal dengan 3rd Generation Partnership Project (3GPP) di frekuensi 900 MHz tersebut telah dikeluarkan Menkominfo pada tanggal 31 Agustus 2012 lalu.
"Kami senang dengan keluarnya izin dari pemerintah memanfaatkan frekuensi 900 MHz untuk layanan broadband. Ini membuat Indosat bersemangat memajukan Merah Putih dengan broadband," jelasnya saat dihubungi, Rabu (5/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harry menjelaskan, Indosat siap melakukan modernisasi jaringan bergerak seluler dengan meningkatkan kemampuan untuk memberikan layanan akses broadband kepada masyarakat sesuai dengan izin yang diberikan pemerintah.
"Modernisasi sudah direncanakan, rencananya akan dieksekusi pada kuartal pertama 2013 nanti," paparnya.
Indosat merupakan satu dari lima operator pemegang lisensi 3G di Indonesia. Operator ini lebih memilih alternatif lain untuk 3G ketimbang meminta tambahan blok kanal baru di 2,1 GHz yang seleksinya akan digelar akhir September ini.
General Manager Regulatory Indosat Risagarti sebelumnya menjelaskan, pihaknya lebih memilih untuk mengajukan permohonan refarming untuk menggunakan frekuensi yang telah ditempati ketimbang meminta tambahan blok 3G lagi yang cuma tersisa dua blok.
"Kami sudah mengajukan izin ke pemerintah untuk bisa menerapkan teknologi netral di 900 MHz. Rencananya akan digunakan untuk HSPA+ 3G," kata Risagarti di Jakarta, beberapa waktu lalu.
HSPA+ atau High Speed Packet Access adalah teknologi 3G/3.5G hasil evolusi dari Wide Code Division Multiple Access (WCDMA) yang dipercaya mampu meningkatkan data throughput hingga mencapai kecepatan 21 Mbps, 28 Mbs, bahkan 42 Mbps.
Risagarti menjelaskan, Indosat memiliki lebar pita sebesar 10 MHz di spektrum 900 MHz, dan untuk bisa menerapkan HSPA+ hanya membutuhkan sekitar 3,5 MHz.
"Kami memang tidak mengajukan tambahan blok frekuensi di 2,1 GHz yang selama ini diperuntukkan untuk teknologi 3G. Untuk pengembangan jasa data Indosat memiliki strategi sendiri yakni ingin mengoptimalkan frekuensi yang ada, salah satunya dengan penerapan teknologi netral ini," katanya.
Menurutnya, lonjakan permintaan akan akses data harus bisa disiasati dengan evolusi teknologi sehingga tak perlu terpatok pada satu spektrum yang ada.
"Secara skala ekonomis ini bisa dilakukan karena di sisi perangkat sudah banyak beredar ponsel 3G yang triple band. Kita sekarang sedang menunggu izin dari pemerintah untuk bisa menjalankan ini," katanya.
Indosat sejauh ini sudah menerapkan teknologi HSPA+ yang digelar sejak dua tahun lalu setelah 1.500 Node B (BTS 3G) di Jabodetabek ditingkatkan kemampuannya oleh Ericsson selaku mitra penyedia jaringan.
Di 2012 ini, Indosat menyiapkan belanja modal Rp 6 triliun dimana sekitar 65% atau Rp 4 triliun dialokasikan untuk pengembangan jasa data yang diperkirakan akan tumbuh minimal 50% seiring dengan langkah menambah kapasitas jaringan.
Direktur Penataan Sumber Daya Ditjen SDPPI Kementerian Kominfo Titon Dutono sebelumnya juga mengonfirmasikan sudah menerima surat dari Indosat untuk menerapkan teknologi netral di frekuensi 900 MHz.
"Sudah kami terima suratnya dan sedang kami pelajari," ujar Titon saat ditemui dalam diskusi Rethinking Spectrum Management di Jakarta, beberapa waktu lalu.
(rou/ash)