General Manager Regulatory Indosat Risagarti menjelaskan, pihaknya lebih memilih untuk mengajukan permohonan refarming untuk menggunakan frekuensi yang telah ditempati ketimbang meminta tambahan blok 3G lagi yang cuma tersisa dua blok.
"Kami sudah mengajukan izin ke pemerintah untuk bisa menerapkan teknologi netral di 900 MHz. Rencananya akan digunakan untuk HSPA+ 3G," kata Risagarti di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Risagarti menjelaskan, Indosat memiliki lebar pita sebesar 10 MHz di spektrum 900 MHz, dan untuk bisa menerapkan HSPA+ hanya membutuhkan sekitar 3,5 MHz.
"Kami memang tidak mengajukan tambahan blok frekuensi di 2,1 GHz yang selama ini diperuntukkan untuk teknologi 3G. Untuk pengembangan jasa data Indosat memiliki strategi sendiri yakni ingin mengoptimalkan frekuensi yang ada, salah satunya dengan penerapan teknologi netral ini," katanya.
Menurutnya, lonjakan permintaan akan akses data harus bisa disiasati dengan evolusi teknologi sehingga tak perlu terpatok pada satu spektrum yang ada.
"Secara skala ekonomis ini bisa dilakukan karena di sisi perangkat sudah banyak beredar ponsel 3G yang triple band. Kita sekarang sedang menunggu izin dari pemerintah untuk bisa menjalankan ini," katanya.
Indosat sebenarnya sudah menerapkan teknologi HSPA+ sejak dua tahun lalu setelah 1.500 Node B (BTS 3G) di Jabodetabek ditingkatkan kemampuannya oleh Ericsson selaku mitra penyedia jaringan.
Di 2012 ini, Indosat menyiapkan belanja modal Rp 6 triliun dimana sekitar 65% atau Rp 4 triliun dialokasikan untuk pengembangan jasa data yang diperkirakan akan tumbuh minimal 50%seiring dengan langkah menambah kapasitas jaringan.
Direktur Penataan Sumber Daya Ditjen SDPPI Kemkominfo Titon Dutono mengonfirmasikan sudah menerima surat dari Indosat untuk menerapkan teknologi netral di frekuensi 900 MHz.
"Sudah kami terima suratnya dan sedang kami pelajari," ujar Titon saat ditemui dalam diskusi Rethinking Spectrum Management di Jakarta, baru-baru ini.
Seperti diketahui, saat ini ada lima operator seluler yang memiliki lisensi penyelenggaraan jaringan 3G di Indonesia. Selain Indosat yang memiliki 31,2 juta pelanggan 3G, ada juga Telkomsel (40 juta), XL Axiata (27,9 juta), Axis Telekom Indonesia (4,25 juta), dan Hutchison CP Telecom/Tri (4 juta).
Keempat operator selain Indosat itu sudah menyatakan minatnya untuk mendapatkan tambahan blok 3G di 2,1 GHz yang hanya tersisa dua blok saja. Dari empat operator itu, yang terlihat serius hanya tiga, Telkomsel, XL, dan Axis. Sementara Tri terkesan adem-ayem.
(rou/ash)