Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Tanpa 3G Tambahan, Operator Sulit Bersaing?

Tanpa 3G Tambahan, Operator Sulit Bersaing?


- detikInet

Ilustrasi (hasan/inet)
Jakarta - Frekuensi di kanal 3G merupakan salah satu sumber daya terbatas yang sangat penting bagi operator seluler. Ia ibarat jalan tol yang menjadi akses mobil -- dalam hal ini pelanggan -- untuk lalu lalang.

Tak pelak, banyak operator berebut dua kanal tersisa di frekuensi 2,1 GHz ini. Yakni Telkomsel, XL Axiata, Axis, dan Hutchison (3).

Presiden Direktur XL Axiata Hasnul Suhaimi mengakui, kebutuhan akan kanal 3G tambahan sangat penting bagi masa depan bisnis operator yang identik dengan warna biru itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebab jika tidak dapat kanal 3G tambahan ini akan menjadi relatif berat bagi XL untuk bersaing di jangka panjang, untuk jangka pendek mungkin tidak masalah," tukasnya ditemui di Stasiun Gambir, dalam uji jaringan XL menyambut Bulan Ramadan, Jumat (6/7/2012).

Pun demikian, Hasnul memastikan bahwa XL sudah mempersiapkan strategi alternatif kala harapan mendapat kanal 3G tambahan nantinya harus kandas.

"Kalau gak dapat (kanal 3G tambahan-red.) memang ada cara lain untuk bersaing. Itu nantilah, kita lihat ini (seleksi) dulu," lanjutnya.

Untuk diketahui, XL telah mengajukan untuk satu kanal 3G tambahan untuk mengikuti beauty contest. Adapun biaya uang muka (upfront fee) mendapatkan satu blok 3G adalah sekitar Rp 200 miliar. Angka ini berasal dari harga dasar Rp 160 miliar ditambah pro rata BI Rate.

Hal ini menjadikan untuk satu blok di tahun pertama operator mengeluarkan dana sekitar Rp 352 miliar – Rp 480 miliar yang terdiri dari upfront fee dan BHP frekuensi.

Heru Sutadi, penggagas Indonesian ICT Institute menambahkan, karena sifatnya yang terbatas, kanal 3G sebaiknya diberikan pada yang membutuhkan dengan rasio perbandingan frekuensi yg dimiliki dengan pengguna mobile broadband.

"Dan harus diperhatikan kompetisi, makanya diusulkan dua blok itu tidak digabung jadi 10 MHz dalam tender, sehingga kalau jadi dua blok kan bisa dua operator yang dapat (di kanal 11 dan 12)," lanjutnya.

Heru menambahkan, sebenarnya sudah kelihatan operator mana yang sudah krisis frekuensi, yang jika dibiarkan berlarut akan menyebabkan kemacetan layanan data. Apalagi jelang lebaran, jangan sampai jalanan maya juga macet karena tender frekuensi molor.

"Bagi yang belum padat trafiknya, siap-siap saja adopsi LTE. Nah, ini yang juga sedang dikembangkan forumnya, kita bangun dulu ekosistem LTE, karena bisa jadi adopsi lebih cepat dari perkiraan," pungkas Heru yang juga menjadi pembesut Indo LTE Forum, kepada detikINET.


(ash/fyk)







Hide Ads