Menurut Presiden Direktur XL Axiata Hasnul Suhaimi, XL saat ini sudah memiliki lebih dari 46 juta pelanggan. Dimana rata-rata membutuhkan layanan 3G.
"Jadi saat ini sudah sangat urgent untuk memenuhi kebutuhan 46 juta pelanggan lebih yang rata-rata perlu 3G," tukasnya di sela persiapan uji jaringan XL di Stasiun Gambir, Jumat (6/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun operator yang bersaing untuk memperebutkan kanal 11 dan 12 di frekuensi 2,1 GHz tersebut adalah Telkomsel, XL, Axis, dan Hutchison (3).
XL sendiri mengajukan satu kanal dengan lebar pita 5 MHz. "Tidak masalah mendapatkan kanal yang mana (11 atau 12), yang penting sudah bersih dari interferensi," lanjut Hasnul.
Termasuk jika seleksi 3G ini diundur. XL mengaku tidak mempermasalahkannya, yang penting bersih (dari interferensi), sehingga bisa dipakai secara maksimal.
"Untuk kesiapan pembayaran uang muka, kami sudah alokasikan. Sementara untuk pola pembayaran Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi, sedang dilihat mana yang terbaik, flat tiap tahun atau berjenjang tidak full," jelasnya.
Untuk diketahui, biaya uang muka (upfront fee) mendapatkan satu blok 3G adalah sekitar Rp 200 miliar. Angka ini berasal dari harga dasar Rp 160 miliar ditambah pro rata BI Rate.
Hal ini menjadikan untuk satu blok di tahun pertama operator mengeluarkan dana sekitar Rp 352 miliar β Rp 480 miliar yang terdiri dari upfront fee dan BHP frekuensi.
"Pokoknya kita berharap dapat kanal tambahan ini. Kita sudah siap juga business plan untuk beauty contest," lanjut Hasnul.
Apa ini berarti XL akan habis-habisan untuk mendapatkan kanal 3G ketiga itu? "Tidak akan habis-habisan juga dengan siap membayar berapapun. Tapi kita akan berusaha keras, harus dilihat juga hitung-hitungan bisnisnya," ia menandaskan.
(ash/fyk)