Short Message Service (SMS) merupakan layanan sederhana yang sempat menjadi fenomena dalam industri telekomunikasi. Namun itu cuma dianggap kejayaan masa lalu. Kini, setelah kehadiran smartphone, pesan singkat kian terancam eksistensinya.
Seperti diketahui, smartphone mengubah cara pengguna berkomunikasi menjadi lebih berbasis internet yang banyak menawarkan layanan gratis. Hal ini pula yang membuat operator harus memutar otak agar tetap bisa mendapatkan pemasukan.
Tanda-tanda tergerusnya SMS mulai terlihat saat perusahaan riset teknologi Ovum mengumumkan hasil surveinya. Menurut Ovum, SMS memberikan kontribusi pendapatan operator sebesar 57% selain Voice pada tahun 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ovum, layanan alternatif SMS ini diestimisi bakal memangkas pendapatan operator secara global sebesar USD 8,8 miliar pada 2010 dan USD 13.9 miliar pada tahun 2011.
"Pendapatan operator dari SMS akan terus berkurang. Konsumen dalam berkirim pesan kini lebih menggunakan layanan gratis, seperti Instant Messaging, jejaring sosial dan banyak lainnya," sebut Neha Dahria, analis dari Ovum.
"Produk ini menawarkan harga yang kompetitif bahkan gratis dengan layanan yang lebih bagus. Dengan keadaan seperti itu, membuat SMS terlihat seperti mahal," tambahnya, seperti yang dikutip detikINET dari Times of Oman, Rabu (27/6/2012).
(ash/ash)