Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Operator Banyak Duit Belum Tentu Menang 3G

Operator Banyak Duit Belum Tentu Menang 3G


- detikInet

BTS (ari/detikfoto)
Jakarta - Kementerian Kominfo menegaskan, operator yang banyak duit belum tentu akan terpilih sebagai pemenang beauty contest 3G. Sebab, yang dinilai layak mendapatkan tambahan blok frekuensi 3G adalah yang lebih membutuhkan.

"Kami lebih melihat kepada kebutuhan dari operator akan tambahan frekuensi 3G dan rencananya mengembangkan. Kita lihat nanti siapa yang paling butuh, bukan yang paling banyak duitnya," kata Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Muhammad Budi Setyawan, di sela Dialog Manajemen Telekomunikasi, di Kampus UI, Depok, Selasa (19/6/2012).
Β 
Budi menjelaskan, dalam pengelolaan frekuensi tak bisa dilihat hanya dari nilai uang yang didapat, tetapi bagaimana sumber daya alam terbatas itu bisa menaikkan daya saing ekonomi bangsa.

"Kita banyak belajar dari 3G. Apakah bisa menciptakan lapangan kerja baru. Ini harus dipertimbangkan, jika operator mendapatkan tambahan frekuensi, apa yang bisa diperbuatnya bagi ekosistem ekonomi digital," katanya.
Β 
Dirjen sendiri bilang, persiapan menuju seleksi tambahan blok ketiga di frekuensi 3G masih terus dimatangkan. Untuk harga dasar telah ditetapkan sekitar Rp 160 miliar ditambah BI rate.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Parameter yang akan dinilai juga telah ditentukan, di antaranya jaringan yang dimiliki, jumlah pelanggan, komitmen ke depan, dan kendala yang dihadapi untuk mengembangkan mobile broadband, serta kesiapan pendanaan selama 10 tahun ke depan.
Β 
"Operator harus bisa menyakini regulator bahwa mereka layak mendapatkan tambahan blok ketiga di 3G. Kita akan lihat beauty yang bisa mereka tawarkan. Setelah itu, Menkominfo menentukan harga, kita tawarkan ke pelaku usaha. Tinggal terserah mereka, take it or leave it," tegasnya.
Β 
Hal lain yang juga akan mendapat perhatian serius dari Kominfo adalah rekam jejak operator sejak 3G roll out lima tahun terakhir.

"Tentu akan kita evaluasi rekam jejak kandidat selama ini, terutama selama menguasai frekuensi 3G. Kebetulan sekarang sudah pas lima tahun sejak 3G roll out 2007, tinggal dievaluasi. Termasuk operator yang pernah bermasalah atau izinnya mau dicabut. Itu juga akan jadi pertimbangan. Kita tidak mau ada masalah di kemudian hari," tegasnya.

(/)






Hide Ads