Seperti diketahui, Kementerian Kominfo telah memilih metode beauty contest untuk lelang penambahan blok ketiga 3G di frekuensi 2,1 GHz. Beauty contest ini sendiri akan dilangsungkan selama sebulan sejak akhir Juni 2012 ini.
"Sekarang yang harus dilakukan adalah menetapkan persyaratan yang akuntabel dengan melibatkan pemangku kepentingan, agar tidak ada suara-suara miring di kemudian hari," tegas Heru saat dihubungi detikINET, Senin (18/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harus dipertimbangkan kepemilikan frekuensi secara total, serta tentunya kecukupan kepemilikan frekunensi dari masing-masing operator peserta seleksi," paparnya.
Untuk mengukur hal tersebut, harus diperhitungkan aspek kebutuhan spektrum dari rasio spektrum terhadap pengguna mobile broadband berbasis 3G. Menurut Heru, hal ini bisa dilihat dengan mengevaluasi pembangunan lima tahun sebelumnya dan komitmen pembangunan lima tahun ke depan.
"Itu bisa dilihat dari modern licensing serta Regulatory Financial Report," ujarnya.
Lebih lanjut ia menegaskan, hal yang harus diwaspadai adalah upaya untuk menyatukan dua blok tersisa di 11 dan 12 dalam satu paket alias menjadi 10 Mhz.
"Untuk diketahui, satu blok frekuensi di 2,1 GHz memiliki lebar pita 5 Mhz yang berisi tiga kanal. Dua blok yang tersisa harus dialokasikan dua blok, bukan menjadi satu blok sebesar 10 Mhz. Jika dipaketkan, malah hanya membuka pemenang pada satu operator sehingga multiplier effect penambahan frekuensi itu tidak terjadi," tegasnya mengingatkan.
Peta Persaingan
Sejauh ini sudah ada empat operator seluler pemegang lisensi 3G yang menyatakan minatnya untuk ikut seleksi mendapatkan tambahan blok 3G, yaitu Telkomsel, XL Axiata, Axis Telekomunikasi Indonesia, dan Hutchison CP Telecom (Tri).
Telkomsel sendiri memiliki pelanggan data mobile broadband sebanyak 45 juta dari total 109 juta pelanggan. Kontribusi pendapatan dari jasa data ditargetkan mencapai 25% dari total revenue perusahaan pada akhir 2012 nanti melalui pertumbuhan mobile broadband yang ditargetkan mencapai 70 juta pelanggan.
Pun saat ini, Telkomsel memiliki 45 ribu infrastruktur BTS. "Untuk tahun 2012 ini ditargetkan akan ada penambahan 10 ribu BTS lagi dimana 60% di antaranya berupa Node B untuk 3G," kata Dedi Suherman, Head of Core Network Operation Support Division Telkomsel.
Sementara XL pada tahun ini akan membangun Node B sebanyak 4.000 unit. Jika target ini tercapai, maka di akhir tahun 2012 nanti XL akan memiliki hampir 10.000 Node B yang tersebar di seluruh Indonesia, sehingga total BTS akan mencapai sekitar 32.000 BTS untuk 2G dan 3G.
XL sendiri hingga akhir 2011 memiliki jumlah pelanggan 46,4 juta dan diperkirakan akan mencapai sekitar 50 juta di akhir 2012 nanti. Operator ini juga mencatatkan trafik penggunaan data 10,6 pentabyte sepanjang 2011, dan diperkirakan bisa melonjak hingga tiga kali lipat pada 2012.
Dalam catatan, XL pada 2011 lalu memiliki 27 juta pelanggan data. Dari jumlah tersebut, pengguna data reguler mencapai sekitar 7 juta, dan ditargetkan menjadi 14 juta pada tahun 2012 ini.
Sedangkan Axis mengklaim jasa data menopang 35% dari total revenue perusahaan. Bahkan Axis menggunakan survei biro riset Roy Morgan yang mengatakan komposisi pengguna data di Axis jauh melampaui operator lain.
"Pengguna data di Axis 25%, sedangkan operator lain cuma sekitar 6%," kata Daniel Horan, Chief Marketing Officer Axis.
Axis sendiri memiliki basis 17 juta pelanggan hingga kuartal pertama 2012. Saat ini, Axis sudah memiliki 7.500 BTS untuk 2G dan 3G. Axis pun berencana menambah 6.000 BTS lagi untuk 2G dan 3G.
Terakhir, Tri dikabarkan berencana menambah 6.000 BTS dimana 60% diantaranya adalah Node B untuk 3G. Total pelanggan yang dimiliki Tri diprediksi sekitar 16 juta.
"Siapapun dari keempat operator ini yang akan memiliki satu blok, untuk tahun pertama akan mengeluarkan dana sekitar Rp 352 miliar hingga Rp 480 miliar yang terdiri dari upfront fee dan biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi," pungkas Heru.
(rou/rou)