Menurut Daniel Horan, Chief Marketing Office Axis Telekom Indonesia, pengguna internet di Indonesia memang terus meningkat setiap tahunnya. Tak pelak, hal ini turut menyumbang revenue yang cukup besar bagi operator seluler, yang tak lagi ingin bergantung pada layanan voice dan SMS.
"Internet sangat penting bagi masyarakat Indonesia dan perkembangannya sangat cepat," ujar Daniel, di sela-sela konferensi '35th GSMA Asia Pacifik' yang digelar di Nusa Dua, Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada dengan Daniel, Assad Kondaji selaku Chief Marketing Officer STC International Group, menyebut bahwa untuk urusan aktivitas, SMS memang masih menjadi jawara. Namun saat berbicara mengenai volume, internet menduduki posisi pertama.
"Layanan data akan menjadi tren di masa depan," tegasnya.
Khusus untuk pasar Indonesia, dinilai Assad merupakan salah satu pasar seluler yang sangat potensial. Terlebih dengan skala populasinya yang sangat besar. Hal ini tentu akan menjadi suatu peluang tersendiri dalam perkembangan industri seluler.
GSMA Asia Pacific adalah kelompok GSM Association di wilayah Asia Pasifik di mana memiliki anggota lebih dari 200 operator GSM dari sekitar 60 negara. Kelompok ini sekarang telah menyulap diri menjadi konferensi tingkat dunia berkat hadirnya peserta-peserta di luar wilayah Asia Pasifik seperti Amerika Serikat, Eropa dan Timur Tengah.
(ash/ash)