BUMN telekomunikasi ini mengaku antusias untuk segera menerapkan kebijakan pemerintah tersebut karena diyakini akan menciptakan iklim industri yang sehat dan kompetitif.
"Kami memandang kebijakan SMS berbasis biaya akan memberikan keadilan bagi jaringan telekomunikasi yang digunakan sehingga iklim kompetisi industri telekomunikasi dapat menjadi lebih baik," ujar Head of Corporate Communication and Affair Telkom, Eddy Kurnia, kepada detikINET di Jakarta, Kamis (31/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain memberikan keadilan bagi jaringan komunikasi, kebijakan ini dapat
meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat dan mengurangi SMS spam yang tidak diinginkan dan telah banyak merugikan masyarakat," ucap Eddy.
Untuk menerapkan sistem penagihan SMS interkoneksi ini, infrastruktur yang ada dinilai sudah siap untuk diimplementasikan dengan melakukan penambahan kapabilitas dan kapasitas, antara lain storage dan billing system khusus untuk interkoneksi SMS.
Persiapan lain untuk mendukung kebijakan SMS cost based ini ialah dengan menyiapkan infrastruktur berbasis Internet Protocol (IP) meliputi sistem perekaman SMS dan billing system, serta SDM dan proses bisnis untuk kelancaran operasional yang menjamin kualitas layanan.
"Kami harapkan kesiapan ini dapat memberikan manfaat penyederhanaan konfigurasi jaringan dan efisiensi penggunaan link interkoneksi antar operator," ujarnya.
Selain itu, link interkoneksi tersebut dapat memberikan kemudahan dalam proses billing dan settlement, menjaga kualitas layanan pelanggan dengan tidak membebani infrastruktur eksisting, menjamin interoperability antar perangkat yang berbeda dan real time SMS performance monitoring dan reporting.
(rou/rns)