Director and Chief Wholesale Infrastructure Officer Fadzri Sentosa mengungkapkan, Indosat telah memiliki infrastruktur berupa jaringan seluler untuk koneksi internet dan data center guna mendukung layanan cloud.
Data center di kantor pusat Indosat pun disiapkan seluas 1.000 meter, sementara Disaster Recovery Center (DRC) dengan tingkat okupansi 70% dimiliki seluas 2.000 meter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah yang dilakukan Indosat, kata Fadzri, agar tetap mengutilisasi pasar korporasi untuk menjaga pertumbuhan omzet menyamai industri yakni sekitar 5%-6% hingga akhir tahun 2012 ini.
"Pasar korporasi di bawah direktorat wholesale infrastructure tetap digenjot penjualannya tahun ini, meskipun penopang utama pendapatan masih dari jasa seluler di retail," paparnya.
Tahun 2011 kemari, segmen korporasi mampu berkontribusi sebesar 25% bagi total omzet, dimana sumbangan utama berasal dari jasa Multimedia, Komunikasi Data, dan Internet (MIDi), disusul sambungan langsung internasional.
Berdasarkan catatan, Indosat pada 2011 meraih omset sebesar Rp 20,577 triliun atau naik 3,9% dibandingkan 2010 sebesar Rp 19,796 triliun.
Bisnis seluler dengan 51,7 juta pelanggan membukukan omzet Rp 16,751 triliun pada 2011 atau naik 4,5% dibandingkan 2010 sebesar Rp 16,027 triliun.
Β
Jasa MIDI meraup omzet Rp 2,576 triliun pada 2011 atau naik 4% dibandingkan 2010 sebesar Rp 2,476 triliun.
Β
Dijelaskannya, salah satu cara untuk menggenjot pasar korporasi dengan menawarkan solusi cloud computing yang masuk sebagai bagian dari value added services (VAS) untuk segmen korporasi.
"Secara industri VAS berbasis cloud computing tumbuh 40%. Kami membidik nilai yang sama dengan itu," kata Fadzri.
(rou/fyk)