"Kami secara resmi masuk ke bisnis komputasi awan dengan XCloud. Targetnya menjadi provider solusi cloud yang top," kata Titus Dondi, VP Enterprises and Community XL di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (10/5/2012).
Salah satu strategi yang dibesut XL adalah dengan menggandeng beberapa mitra yang berkompeten di industri cloud computing. Seperti Huawei, Fujitsu, IBM, Microsoft, Mandawani dan Intratech.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang banyak pelaku bisnis UKM. Pasar terbesar pun ada di sini, dimana dengan cloud mereka tidak perlu bingung terhadap infrastruktur IT-nya, atau biaya investasi. Kalau menyasar perusahaan besar mereka sudah membuat infrastruktur sendiri sehingga agak lama kalau mau pindah ke cloud," terang Titus.
Untuk tahap awal, XCloud fokus pada Infrastructure as a Services (Iaas) dengan layanan hosting, penyimpanan data serta server melalui jaringan publik internet. Kemudian Software as a Services (SaaS) bagi produk Microsoft Office 365, dimana XL ditunjuk Microsoft untuk mempersiapkan digelarnya layanan tersebut.
Di sisi lain, publik Indonesia masih banyak yang belum terbiasa dengan layanan cloud computing sehingga masih diperlukan edukasi tersendiri. Terlebih masih ada kecemasan soal keamanan data di cloud.
"Memang sebaiknya para pelaku cloud computing, konsumen maupun pemerintah mendiskusikan regulasinya. Untuk mengelola risiko sekuriti data hingga sekecil mungkin," kata Charles Lim, pengamat cloud computing dari Swiss German University.
Regulasi yang jelas diperlukan agar konsumen merasa nyaman menggunakan cloud computing terkait isu sekuriti dan keamanan data. Terutama karena layanan ini masih cukup asing di telinga masyarakat Indonesia.
(fyk/rou)