Itu sebabnya, kehadiran satelit Telkom-3 jelang tutup semester pertama tahun ini diyakini akan memperkuat bisnis Telkom di masa mendatang. Sebelumnya, Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah mengungkapkan, satelit Telkom-3 akan diluncurkan pada Mei atau Juni 2012 ini.
"Rencana Telkom meluncurkan satelit baru itu sesuatu yang bagus sekali. Telkom pasti sudah tahu tujuan dari satelit itu dan akan memperkuat bisnisnya. Telkom sudah sangat paham peta bisnis satelit di tanah air," papar Menteri BUMN Dahlan Iskan di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satelit Telkom-3 menelan investasi US$ 200 juta dengan kapasitas 42 transponder (setara 49 transponder @36MHz), terdiri dari 24 transponder @36MHz Standart C-band, 8 transponder @54 MHz Ext. C-band dan 4 transponder @36 MHz + 6 transponder @54 MHz Ku-Band.
Cakupan geografis dari Satelit Telkom-3 sendiri mencakup Standart C-band (Indonesia dan ASEAN), Ext. C-band (Indonesia dan Malaysia) serta Ku-Band (Indonesia).
Dari 42 transponder, sebanyak 40%-45% atau sekitar 20 transponder Satelit Telkom-3 akan dikomersialkan. Sedangkan sisanya untuk menambah kapasitas seluruh layanan Telkom Group.
Hingga semester pertama 2011, Telkom Group masih mendominasi bisnis satelit di Tanah Air dengan pangsa pasar mencapai 37,3%. Berdasarkan studi yang dilakukan Telkom, terjadi peningkatan permintaan atas satelit komunikasi baik di Indonesia maupun negara-negara tetangga lainnya.
(rou/rou)