"Saya sendiri baru dengar dari informasi yang disampaikan Panja," kata Ketua BRTI Syukri Batubara usai rapat dengan Panja Pencurian Pulsa Komisi I DPR RI, di Jakarta.
Dalam rapat kemarin, Panja menyesalkan lambatnya penanganan kasus pencurian pulsa SMS premium. Kelengahan ini dimanfaatkan oleh para bos CP yang tersandung kasus ini untuk kabur ke luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ia memastikan, perusahaan itu masuk dalam daftar nama-nama CP bermasalah yang dipublikasikan BRTI.
BRTI sendiri merasa heran jika ada CP yang berani melarikan diri, karena Panja sudah meminta aparat penegak hukum mencekal dan menyadap para CP tersebut.
Nonot Harsono, salah satu anggota BRTI, juga bingung saat dikonfirmasi detikINET. "Setelah BRTI dipaksa oleh media untuk rangkap peran sebagai regulator, penyidik, dan hakim, sekarang diminta juga untuk menjadi petugas imigrasi," ujarnya.
(rou/ash)