"Ini bahan bagus untuk RDP (rapat dengar pendapat) dengan BRTI, Rabu besok (22/2/2012)," kata Ketua Panja Pencurian Pulsa, Tantowi Yahya, kepada detikINET, Senin (20/2/2012).
Panja sendiri bukan kali ini saja mendapati keluhan dari masyarakat. Menurut Tantowi, banyak yang masih mengadukan pulsanya terpotong meski tidak pernah merasa berlangganan SMS premium.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena sadar pulsanya terpotong secara 'ajaib', Fanani lantas coba mengkonfirmasi ke call center operator yang ia gunakan. Kebetulan yang dipakainya adalah nomor XL, sehingga ia menghubungi 818. Bahkan sampai dua kali ia menelpon call center tersebut.
"Telepon pertama, saya ceritakan keluhan seperti di atas dan mendapat jawaban bahwa saya telah terdaftar layanan konten premium dari 7337. Kemudian si call center memberi dua solusi untuk meng-unreg dengan cara ketik: UNREG ANDRO dikirim ke 7337," paparnya.
Solusi kedua adalah dengan mengecek layanan via *123*572#. "Setelah saya cek via *123*572# , saya mendapatkan informasi bahwa saya tidak terdaftar layanan apapun. Kemudian saya telepon lagi ke 818 untuk mengonfirmasi tentang masalah ini," lanjutnya.
Sayangnya, jawaban yang didapat Fanani juga sama dengan telepon pertama. "Dengan kejadian di atas, saya merasa kesal dan kecewa. Karena SMS premium yang nyata-nyata kasusnya sudah bergulir beberapa bulan yang lalu kini hadir kembali dimana saya tidak pernah mendaftar ke layanan tersebut," tandasnya.
Merespons kasus pengaduan ini, Anggota BRTI Nonot Harsono, mengaku sudah menerima komplain serupa.
"Itu Iguana ya 7337, ada pengaduan via 159 dan sudah di-forward ke operator. Saya usulkan nanti untuk perintah diluruskan. Di-comply-kan dengan aturan, termasuk penutupan pada saatnya," kata dia.
Nonot menyesalkan, masih ada penyedia konten dan operator yang masih tidak memperbaiki cara berbisnis konten premiumnya meski tengah jadi sorotan luas.
"Wah hebat itu, berarti maling di negeri ini masih nekat dan difasilitasi oleh operator dengan tidak beritikad memperbaiki sistem. Mungkin selama ini hidupnya memang gak jelas dan tidak termasuk industri kreatif," sungut Nonot.
(rou/ash)