"Dari 6.000 BTS yang akan kami bangun tahun ini 4000 lebih akan kami khususkan untuk pengembangan 3G," kata Chief Operating Officer XL, Willem Lucas Timmermans, di kantor pusat Axiata, di Kuala Lumpur, Malaysia.
Selain memperkuat infrastruktur 3G dan data, XL juga akan membangun jaringan transmisi berbasis IP (internet protocol) secara masif, yang akan menopang layanan akses internet berkecepatan tinggi HotRod 3G+.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan beroperasinya jaringan dan layanan XL di Maluku Utara, kami merealisasikan komitmen XL sejak awal, ikut serta mendorong roda perekonomian dan pembangunan daerah ini. Ini tantangan bagi kami untuk bisa menghadirkan layanan bagi masyarakat Maluku Utara yang tersebar di banyak sekali pulau," kata dia.
Di wilayah Maluku Utara, untuk sementara dilayani oleh 12 BTS yang terdiri dari 4 BTS di daerah Ternate yaitu di Jati, Sasa, Dufa-dufa dan Gamalama, 2 BTS di daerah Tidore yaitu di Ome dan Soasio dan 6 BTS di daerah Halmahera yaitu Sofifi, Tobelo, Galela, Tiohua, Wasile Timur dan Wasile Tengah.
Wilayah operasi Maluku Utara akan berada di bawah kantor XL North Region, bersama dengan Sulawesi, Kalimantan, Maluku, dan Papua. Tercatat hingga akhir 2011, XL North Region mencatat pertumbuhan pelanggan hingga 29% dibanding tahun sebelumnya menjadi total 2,8 juta lebih pelanggan.
Layanan XL di Kawasan Timur Indonesia sekaligus juga sebagai realisasi atas komitmen XL dalam mendukung program pemerintah dalam melakukan percepatan pembangunan di kawasan ini.
Untuk kawasan yang sangat luas dan belum tersedia backbone ini, sejak 2007, XL telah melayani masyarakat Papua, Maluku, dan NTT. Bahkan, pada 2010, masyarakat di Pulau Banda, telah bisa mengakses layanan XL.
(rou/rns)