"Ajak kita. Kita ini user tapi juga costumer. Tapi paling tidak didengar," keluh Arief Setyawiyoga, salah satu pendiri komunitas pengguna BlackBerry Telkomsel dalam kesempatan berbincang santai dengan detikINET.
Tak pelak, menurut pria asli Tegal tersebut, kondisi ini pun disesalkan. "Paling tidak suara ini dari suara masyarakat. Tapi juga jangan cuma didengarkan terus lari. Karena komunitas sangat penting," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Caranya jangan seperti itu. Bisa lebih elegan kalau stakeholder bisa duduk bareng, rundingan dan ajak kita sebagai komunitas. Toh, kalau pun terjadi aksi tersebut juga efeknya kecil," terangnya.
Arief pun yakin jika ada ajakan untuk boikot BlackBerry, ajakan tersebut tidak akan didengar. Pasalnya Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan pengguna tertinggi. Kebutuhan akan gadget besutan Research In Motion (RIM) ini cukup tinggi.
Sebelumnya, lantaran kecewa dengan sikap RIM yang terkesan melecehkan regulasi di Indonesia, Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) merencanakan aksi pelemparan BlackBerry sebagai bentuk protes. Tempatnya kemungkinan besar di Kedutaan Besar Kanada.
"Kita terusik bahwa dengan satu layanan BlackBerry saja kita sebagai bangsa yang besar dikerjain. Kita adalah bangsa besar, ini negeri yang besar jadi jangan main-main," kata Kamilov Sagala, Direktur Eksekutif LPPMI.
(afz/ash)