Proyek jaringan submarine cable senilai US$ 7 juta yang dikerjakan oleh Huawei Marine Network (HMN) sejak Februari 2011 lalu ini merupakan proyek prestisius yang digagas PT XL Axiata Tbk bersama Telekom Malaysia Berhad serta PT Mora Telematika Indonesia (Moratel).
Senior VP Business Strategy & Partnership XL, Johnson Chan, menjelaskan kemitraan dalam pembangunan BDM Cable System ini akan mendukung tujuan XL menyediakan layanan data yang lebih baik kepada pelanggannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sistem kabel BDM ini terdiri dari dua pasang serat optik yang dirancang untuk menyediakan akses 1,28 Tbps dengan teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) dan memiliki kemudahan untuk dapat dilakukan upgrade.
BDM menghubungkan kedua negara dengan dua rute, yaitu Melaka-Batam dan Dumai-Melaka. Untuk landing station di Malaysia disediakan oleh Telekom Malaysia, dan dua lainnya yang berada di Indonesia oleh XL.
Selain untuk melayani kedua negara, sistem jaringan ini juga akan menyediakan interkoneksi dengan sistem jaringan utama yang menghubungkan Eropa, Amerika, Afrika, dan bagian lain di Asia melalui Malaysia.
"Sistem kabel BDM juga akan melengkapi sistem jaringan dengan kapasitas bandwidth besar yang tersedia di kawasan Asia Tenggara ini," kata Johnson.
Dijelaskan olehnya, meningkatnya permintaan layanan data di kawasan Asia, termasuk Malaysia dan Indonesia, ikut mendorong peningkatan yang signifikan dalam jumlah pengguna broadband dan layanan e-commerce.
"Kondisi ini menjadikan jasa layanan telekomunikasi tetap tumbuh dengan baik," pungkas Johnson.
(rou/ash)