Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
BlackBerry Dilempar, Apa RIM Mendengar?

BlackBerry Dilempar, Apa RIM Mendengar?


- detikInet

Jakarta - Meski tak sedikit yang mencibir, aksi pelemparan BlackBerry di Kedubes Kanada ditegaskan bakal tetap dijalankan. Sikap nasionalisme diklaim ada di balik aksi tersebut. Namun bagaimana dengan Research In Motion (RIM), apa mereka mendengar?

Jika ditanya jawaban pastinya masih belum tahu. Yang pasti, produsen BlackBerry asal Kanada itu belum mengeluarkan pernyataannya sedikitpun untuk mengomentari rencana aksi pelemparan BlackBerry yang digagas Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) tersebut.

Padahal mereka memiliki kantor perwakilan yang diberi nama PT RIM Indonesia yang katanya berkantor di Jakarta dan dikomandoi Andrew Cobham. Pun demikian tetap saja, ketika ada event atau pernyataan resmi terkait isu BlackBerry di Indonesia, yang keluar bukan dari kantor RIM di Tanah Air.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

RIM memang sangat ketat untuk urusan mengeluarkan pernyataan kepada media dan publik. Apa yang disampaikan para eksekutifnya seakan sudah memiliki template. Alhasil, pernyataan yang keluar sering kali jadi terdengar normatif.

Hal ini pun dirasakan detikINET ketika sesi interview dengan co-CEO RIM Jim Balsillie pada gelaran World Enterprise Symposium di Orlando, AS silam. Apa yang disampaikannya '11-12' dengan pernyataan yang dikeluarkan petinggi RIM di level regional.

Terlebih jika mengomentari aksi di sebuah negara yang menyerempet nasionalisme, dijamin pasti RIM akan sangat hati-hati mengeluarkan pernyataan atau lebih baik diam tak ingin terseret putaran isu.

Ya, itu memang pilihan RIM. Dan tak salah jika kita menghormati keputusan tersebut. Termasuk jika mereka tak ingin berkomentar soal rencana aksi pelemparan BlackBerry di Indonesia.

Pun demikian, Direktur LPPMI Kamilov Sagala sepertinya tidak ambil pusing dengan aksi diam RIM. Rencana aksi pelemparan BlackBerry tetap dijalankan. Meski harus ditunda lantaran menunggu izin kepolisian.

"Bukan tidak jadi, hanya menunda. Kita konsisten dengan pelaksanaan aksi itu," tegasnya kepada detikINET, Kamis (29/12/2011).

Disebutkan Kamilov, segala persiapan untuk menggelar aksi itu sudah rampung. Dalam aksi ini, akan ada pula petisi protes ke sang pembesut BlackBerry.

Kamilov pun menanggapi santai sebagian pihak yang sinis dengan gerakan yang digagasnya. Menurut dia, mereka hanyalah sebagian kelompok kecil yang tidak teredukasi dengan baik mengenai isu ini.

"Saya pikir yang mendukung lebih banyak. Mereka yang mendukung adalah orang-orang yang paham apa masalahnya," yakin Kamilov yang tidak menyebutkan berapa banyak massa yang akan ikut aksi demo ini.

Ya, kita tunggu saja bagaimana aksi pelemparan BlackBerry ini. Apakah mampu memaksa RIM bereaksi?


(ash/rou)




Hide Ads