"Ini pada dasarnya sama seperti saat protes Ambalat yang akan diambil Malaysia atau kasus TKW di Arab Saudi. Kita tidak ingin diinjak-injak," kata Direktur Eksekutif Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Informasi (LPPMI), Kamilov Sagala yang mencetuskan aksi tersebut.
Menurut Kamilov, spirit yang diangkat dalam aksi lempar BlackBerry mirip dengan saat protes Ambalat atau protes lain pada kelakuan pihak luar yang melecehkan negara. Dalam hal ini, RIM diprotes karena dinilai meremehkan Indonesia dengan tidak memenuhi regulasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perlu dipertanyakan nasionalismenya kalau ada yang mengkritik," tukas Kamilov. Menurutnya, masyarakat banyak yang mendukung aksi ini. Terlebih protes pada RIM sejatinya sudah banyak bermunculan, antara lain lewat internet.
Menurut Kamilov, aksi lempar BlackBerry rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat, targetnya menjelang tutup tahun 2011 ini. Saat ini pihak LPPMI sedang berkonsolidasi untuk menggelar protes yang mungkin dilakukan di Kedubes Kanada atau di ruang publik seperti Bundaran HI.
(fyk/ash)