Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pelanggan Ring Back Tone Susut 88%

Pelanggan Ring Back Tone Susut 88%


- detikInet

Jakarta - Bisnis ring back tone (RBT) morat-marit sejak Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) memerintahkan seluruh operator untuk unreg massal konten premium. Alhasil, jumlah pelanggan RBT pun susut drastis hingga 88%.

Seperti diungkapkan Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (Asiri) pelanggan RBT yang dulunya sekitar 25 juta, kini tinggal tiga juta saja. Menurut Wakil Ketua Asiri Gumilang Ramadhan, kondisi ini terus menggerus pendapatan industri rekaman.

"Perusahaan rekaman sebagai konten kreator sangat terpukul karena selama ini menjadikan RBT sebagai kontributor utama pemasukan," katanya di sela rapat dengar pendapat umum (RDPU) di Komisi I DPR RI, Jakarta, Selasa (13/12/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keluhan Asiri yang mewakili industri musik itu juga disampaikan perwakilan tiga asosiasi penyedia konten (CP) saat bertemu Panja Pencurian Pulsa, beberapa waktu lalu.

Tiga Asosiasi itu adalah Indonesian Mobile and Online Content Association (IMOCA), Indonesian Mobile Multimedia Association (IMMA), dan Asosiasi Kreatif Digital Indonesia (AKDI).

Keluhan serupa juga pernah disampaikan sejumlah artis. Menurut para artis, ketidakjelasan bisnis RBT, sangat berpengaruh pada industri musik.

Apalagi, menurut mereka, RBT berperan besar bagi kemajuan industri musik di Tanah Air di tengah maraknya aksi pembajakan CD dan karya seniman di industri musik.

Menurut Pasha dari grup band "Ungu", penghentian RBT sangat memberatkan para musisi dan dapat mematikan bisnis musik Indonesia. "Sebenarnya jangan dicampuradukkan peristiwa pencurian pulsa dengan RBT," keluhnya.


(rou/ash)





Hide Ads