Terkait tuntutan pembuatan server di Tanah Air, anggota Komite BRTI Heru Sutadi menjelaskan bahwa hal itu sejatinya sudah dilontarkan kepada RIM sejak tiga tahun lalu. Pertemuan terakhir pada Januari 2011 lalu, RIM disebut akan mempertimbangkannya.
"Mereka kasih harapan akan bangun regional network agregator, ya kita sampaikan agar itu dibangun di Indonesia. Pasar kita besar dan akan banyak manfaat bagi Indonesia kalau server itu di sini," tegas Heru kepada detikINET, Senin (12/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tanya September lalu, tapi RIM masih belum jelas mengenai hal itu, termasuk pas kita tanya soal pabrik, mereka juga menghindar. Baru kemarin mereka mengaku sudah punya router di Singapura dan pabrik di Malaysia. Ya kita sampaikan saja kekecewaan kita," keluh Heru.
RIM dianggap cuma mengulur-ngulur waktu, lantaran ujung-ujungnya perusahaan asal Kanada itu memang tidak memiliki keinginan bangun server di Indonesia.
"Kalau boleh diungkap data, BlackBerry itu tidak laku di Singapura atau Malaysia, tapi di sini sampai berebutan. Inilah yang kita kecewa, sebagai sebuah bangsa, posisi Indonesia dengan pasar yang besar tidak diakui RIM," kesal Heru.
Di pihak lain, RIM tetap bersikeras telah memenuhi semua komitmen yang dijanjikan -- meskipun tak menyebutkan secara spesifik tentang server network aggregator yang dipermasalahkan.
"RIM telah bekerja sama dengan pemerintah Indonesia, tetapi hingga saat ini masih belum mendapat pemberitahuan mengenai persyaratan spesifik di luar apa yang telah kami sampaikan secara tertulis kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada tanggal 23 September 2011," tukas keterangan resmi RIM.
Pada 23 September, secara tertulis RIM memberitahukan Kominfo bahwa kami telah menindaklanjuti seluruh persyaratan yang diajukan pemerintah pada bulan Januari tahun ini. Pemberitahuan tersebut mencakup berikut:
-. RIM telah membangun jaringan di lebih dari 50 BlackBerry Expert Centers di seluruh Indonesia (keterangan detail dapat diperoleh di http://id.blackberry.com/peaceofmind/location.jsp), yang dilengkapi dengan dukungan pelanggan yang unggul.
-. RIM bekerja sama dengan lembaga penegak hukum di Indonesia dalam pemberian akses secara hukum sebagaimana ditetapkan oleh undang-undang.
-. RIM telah menyelesaikan pembangunan aggregator jaringan regional. Banyak operator Indonesia sekarang telah terhubung, guna mengatasi kekhawatiran yang secara spesifik dinyatakan oleh Kominfo, yang diterapkan secara ketat khusus pada kecepatan arus data.
-. RIM telah membangun sistem penyaringan konten, sesuai persyaratan yang telah digariskan oleh pemerintah.
Hanya saja, pernyataan RIM khusus pada point ketiga dikatakan berbeda kala perwakilan mereka -- Jason Saunderson selaku Direktur Government Relations RIM -- bertemu dengan BRTI awal Desember lalu.
"Di suratnya mengakui regional network aggregator, tapi yang diungkapkan Jason Saunderson kemarin itu bukan regional network aggregator tapi router, Ini yang perlu diluruskan," imbuh Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S. Dewa Broto.
Ya, intinya masing-masing pihak tetap berpegang pada posisinya. Entah siapa yang benar atas konflik ini. Toh, para pengguna BlackBerry Indonesia tentunya menginginkan perlakuan yang baik, entah itu dari pemerintah ataupun RIM.
(ash/eno)