Demikian hal itu diungkapkan Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah usai acara BUMN Award di Jakarta, Kamis (2/12/2011) malam.
"Sampai saat ini kami tidak ada rencana untuk menerbitkan obligasi di tahun depan untuk membiayai capex-nya karena kita masih ada pinjaman perbankan, punya fasilitas dan segala macam. Arus kas kita juga cukup kuat di atas Rp 35 triliun," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fasilitas pinjaman perbankan itu didapat dari beberapa bank plat merah, seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
Alokasi capex terbesar selama ini digunakan seluler, sebanyak 60%, untuk anak usahanya PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel). Sementara 30% untuk boradband dan 10% sisanya untuk kebutuhan lain-lain.
Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.08 waktu JATS, harga saham TLKM naik 100 poin (+0,68%) ke level Rp 7.400 per lembar. Sebanyak 1.161 lot sahamnya ditransaksikan 106 kali senilai Rp 4,25 miliar.
(eno/eno)