Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Laporan dari Singapura
Masa Depan Telekomunikasi Ada di Video
Laporan dari Singapura

Masa Depan Telekomunikasi Ada di Video


- detikInet

Singapura - Teknologi komunikasi bergerak semakin cepat. Cisco membeberkan gambaran mengenai masa depan telekomunikasi dunia. Dimana penggunaan video diprediksi akan mendominasi cara berkomunikasi di masa depan.

"Kita tahu 70 persen komunikasi yang dilakukan manusia adalah komunikasi non verbal sehingga komunikasi menggunakan video akan sangat membantu," kata President Asia Pacific, Japan & Greater China Cisco Edzard J.C Overbeek.

Hal ini diungkapkan Overbeek dalam acara Cisco APJC Partner Led Network Event di Hotel Shangri-La, Singapura, Senin (14/11/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Overbeek menyatakan, dalam beberapa tahun ke depan penggunaan video dalam komunikasi akan semakin luas. "Gelombang pertama adalah berupa penggunaan social media seperti Facebook dan Twitter. Namun ke depan, komunikasi akan lebih pada video," katanya.

Sementara itu, Senior Vice President Global Enterprise Cisco Paul Mountford memberikan contoh kecil bagaimana penerapan teknologi video dapat membantu memecahkan masalah.

Ia bercerita pada suatu waktu diminta istrinya untuk membuat dapur. Ia kemudian pergi ke toko terdekat untuk mendapatkan informasi mengenai apa saja yang dibutuhkan untuk membuat dapur.

"Tapi sayangnya pegawai di sana tidak ada yang memiliki keahlian mengenai masalah dapur, sehingga penejelasannya tak memuaskan," katanya.

Akhirnya Paul tidak jadi membeli di toko itu dan mendesain dapurnya di tempat lain. "Hal ini sering sekali terjadi dimana tenaga ahli sangat dibutuhkan namun tidak ada di lokasi itu," katanya.

Paul menyatakan teknologi Cisco dapat mengatasi persoalan kekurangan ahli tersebut. Menurutnya komunikasi antara pembeli dan ahli di toko dapat dilakukan melalui teknologi video. Sehingga di manapun ahli itu berada tetap dapat memberikan masukan terhadap konsumen.

"Banyak perusahaan memiliki masalah mengenai keterbatasan tenaga ahli ini," katanya.

Masalah yang sama juga sering terjadi di dalam dunia perbankan. Dimana klien-klien besar bank tersebut justru sering berada di luar negeri. Padahal klien tersebut sangat membutuhkan masukan mengenai masalah keuangan dari para ahli yang ada di dalam bank tersebut.

"Teknologi video juga akan sangat membantu di sini," katanya.

(nal/ash)





Hide Ads