Ya, Axis memang bisa dibilang sebagai 'korban' sikap keras Telkomsel. Sebab, kanal yang harusnya ditinggalkan Telkomsel, rencananya akan ditujukan untuk Axis. Namun CEO Axis Erik Aas optimistis secondary carrier 3G akan didapat anak usah Saudi Telecom tersebut.
"Kami sejatinya sudah meminta Telkomsel untuk bergeser. Sehingga pemerintah akan segera mengalokasikannya untuk Axis, jadi saat ini kami hanya tinggal menunggu," ujar Erik, saat ditemui di Menara Axis, Kamis (10/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu saja, keengganan Telkomsel untuk bergeser sejujurnya menghalangi ekspansi kami. Dan kami sangat mengapresiasi langkah Kementerian Kominfo dan BRTI untuk mengalokasikan kanal tersebut untuk kami," keluh Erik.
Pemerintah sendiri sebelumnya telah memutuskan bahwa kanal ke-1 dan 2 dialokasikan untuk Hutchison CP Telecom (Tri), kanal ke-3 dan 4 untuk Axis Telecom, kanal ke-5 dan 6 untuk Telkomsel, kanal ke-7 dan 8 untuk Indosat, kanal ke-9 dan 10 XL Axiata, dan kanal ke-11 dan 12 untuk pemenang lelang third carrier (kanal ketiga).
Hanya saja, kanal-kanal tersebut saat ini belum tertata sebagaimana mestinya. Dimana posisi sekarang adalah Tri berada di kanal 1, Axis (3), Telkomsel (4 dan 5), Indosat (7 dan 8), XL (9 dan 10). Sementara kanal nomor 2, 6, 11, dan 12 kosong. Sehingga Telkomsel, yang menggunakan satu kanal jatah Axis harus rela bergeser.
"Begitu kanal kedua sudah kami dapatkan, maka kami akan langsung ekspansi layanan data. Semuanya sudah siap, peralatan dan lainnya. Tinggal kami operasikan," pungkas Erik.
Telkomsel sendiri beralasan harus menghadapi konsekuensi mengeluarkan dana hingga Rp 34 miliar untuk langkah geser kanal yang harus dilakukannya. Selain itu, kualitas layanan pun dikhawatirkan bakal terganggu, sebab salah satu kanal akan dimatikan. Lantaran hal inilah operator dengan lebih dari 100 juta pelanggan itu keukeuh belum mau pindah.
(rns/ash)