"Sekitar 40 juta rumah tangga di Indonesia mempunyai televisi. Nah, baru 5% saja yang sudah berlangganan televisi berbayar," ucap Guntur S. Siboro, Direktur Marketing Aora TV dalam acara peluncuran saluran High Definition Aora TV di Jakarta, Selasa (8/11/2011).
Jadi sekitar 95% masyarakat di Indonesia masih semata melihat tayangan televisi gratis. Situasi ini dinilai sebagai tantangan bagi penyedia layanan TV berbayar seperti Aora TV. Sekaligus sebuah peluang karena pasar masih tersedia luas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah sebuah peluang sekaligus tantangan besar bagaimana untuk mengubah mindset masyarakat. Memang perlu membayar untuk melihat siaran televisi berkualitas," sebut Guntur.
Ke depannya, Guntur yakin industri televisi berbayar akan berkembang pesat di Indonesia. Semakin banyaknya pemain industri ini akan membuat masyarakat mengenal televisi berbayar. Aora TV sendiri saat ini sudah memiliki sekitar 100 ribu pelanggan sejak beroperasi Desember 2010 lalu.
(fyk/ash)