Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Laporan dari Jenewa
Mengejar Mimpi Memasyarakatkan Broadband
Laporan dari Jenewa

Mengejar Mimpi Memasyarakatkan Broadband


- detikInet

Jenewa, Swiss - Rangkaian acara ITU Telecom World 2011 yang mempertemukan para regulator telekomunikasi dunia, pelaku industri, akademisi, serta analis telah rampung dilakukan. Jika disingkat, acara tersebut memiliki misi sederhana, yakni memperluas akses broadband.

Broadband alias internet kecepatan tinggi dinilai sudah sedemikian pentingnya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat hingga suatu negara.

Implementasi teknologi ini pun sejatinya sudah cukup banyak direalisasikan. Hanya saja adopsinya lebih didominasi oleh masyarakat yang tinggal di negara-negara maju. Akibatnya kesenjangan broadband pun menganga.

Broadband juga ibarat tulang punggung teknologi. Dimana beragam layanan dan solusi teknologi masa kini berjalan di atasnya. Sebut saja mulai dari cloud computing, sistem komunikasi video, e-education, e-health, dan masih banyak lagi layanan yang menjadikan internet berkecepatan tinggi sebagai tumpuan.

Alhasil, ketika akses broadband yang layak belum tersedia di suatu negara agaknya sulit untuk mengimplementasikan teknologi-teknologi anyar tersebut yang menjanjikan banyak keuntungan.

Dr Hamadoun Toure, Sekjen International Telecomunication Union (ITU) mengatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya tersebut memiliki tugas untuk mengakselerasi adopsi jaringan telekomunikasi yang lebih baik bagi setiap orang.

Untuk itu dibuatlah acara ITU Telecom World sebagai sarana bagi para regulator, pemerintah, pelaku industri, dan pihak-pihak terkait lainnya untuk berbagi dan menuntut ilmu dari pengalaman anggota lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"ITU Telecom World memainkan peran yang semakin penting dalam membentuk praktek-praktek terbaik untuk sektor publik dan swasta dalam mendefinisikan dan menggunakan jaringan untuk menawarkan layanan terbaik dan terjangkau untuk semua pengguna," kata Dr Hamadoun.

Adapun tantangan yang sudah digarisbawahi pada akhir pertemuan tersebut antara lain perlunya kebijakan yang konkret untuk mempromosikan broadband, menekankan pentingnya membuat konten yang lebih bermanfaat bagi individu dan kehidupan.

Selain itu, para menteri komunikasi negara-negara anggota ITU, pelaku industri, dan siapapun audiens yang datang juga tak lupa untuk diajak menyukseskan misi mewujudkan penggunaan internet broadband pada setidaknya 50% populasi negara berkembang dan 40% rumah tangganya pada tahun 2015 mendatang.

Sementara Carlos Slim Helu, Co-Chairman ITU/UNESCO Broadband Commission for Digital Development menegaskan bahwa ledakan pertumbuhan pengguna ponsel dalam satu dekade lalu sejatinya telah menawarkan sebuah 'roadmap' bagi teknologi broadband agar lebih berekspansi.

Orang terkaya di dunia ini mencontohkan keberhasilan model bisnis seluler prabayar di Amerika Latin yang menjadi alternatif inovatif bagi model bisnis skala besar, di samping keberadaan perangkat terjangkau dan rendah biaya melalui WiFi di tempat umum, sekolah dan perpustakaan.

Kini, bola ada di tangan pihak-pihak terkait khususnya pemerintah dan pelaku industri. Apakah mampu (dan mau) mewujudkan mimpi broadband yang lebih memasyarakat?

ITU sendiri telah memastikan untuk perhelatan ITU Telecom World 2012 tidak akan digelar di Benua Biru Eropa. Namun menyeberang ke Dubai, Uni Emirat Arab, pada kuartal empat tahun depan.


(ash/rou)





Hide Ads