Kerja sama itu telah ditandatangani oleh EGM Divisi Multimedia Telkom Joddy Hernady dan Executive Vice President SK Telecom Co. Ltd. Korea Yuk Tae Sun, yang disaksikan oleh Direktur Enterprise & Wholesale Telkom, Arief Yahya.
Layanan ini disebut sebagai 'Connected Learning Indonesia' yang dalam pengoperasiannya didukung oleh kemampuan Telkom yang mumpuni di bidang ICT serta pengalaman SK Telecom dalam mengelola bisnis edukasi serta best practice yang telah dicapainya melalui penyediaan layanan belajar Bahasa Inggris di pasar Korea melalui www.englishbean.com.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan kerjasama yang telah disepakati tersebut, Telkom akan mengambil peran pemasaran dan penjualan layanan di pasar domestik, penyediaan jaringan, billing, infrastruktur dan bundling produk.
"Telkom akan memanfaatkan posisi brand-nya yang dominan dan strategis untuk mengembangkan sinergi antarperusahaan dalam TelkomGroup sekaligus memanfaatkan kapasitas saluran distribusinya yang kuat," jelas Agina dalam keterangannya, Jumat (30/9/2011).
Di sisi lain, SK Telecom berencana akan mendukung dengan mengerahkan kemampuan manajemennya yang solid dalam membangun platform bisnis DCEH (Digital Content Exchange Hub), menyediakan sumber-sumber konten digital terutama konten pendidikan dan pengelolaan operasional layanan.
Layanan Connected Learning merupakan layanan pembelajaran bahasa Inggris interaktif melalui media penyampaian: web, mobile dan telepon untuk memfasilitasi suatu lingkungan belajar kapan saja dan di mana saja.
Metode pembelajaran ini memanfaatkan isu dan topik terhangat saat ini, baik lokal maupun internasional, untuk mengekspresikan opini pelanggan dengan menggunakan kosa kata pembelajaran yang mudah dan sederhana.
Konten Connected Learning direncanakan dan dibuat dalam kategori beberapa topik industri seperti: Pertambangan, Kontruksi, Layanan, Manufaktur, Keuangan, Perbankan, Pengiriman, serta Pemerintahan, untuk memenuhi kebutuhan pelanggan korporat dalam industri bisnis.
Connected Learning diharapkan menciptakan sebuah model bisnis baru yang diharapkan dapat memuaskan seluruh stakeholders bisnis konten, dari pelanggan hingga institusi pendidikan seperti sekolah, lembaga pendidikan non-formal dan operator penyedia layanan pelatihan baik online maupun offline, dengan memanfaatkan kemampuan ICT dan pengalaman yang mumpuni dalam bisnis tersebut.
"Ke depannya Connected Learning diharapkan menjadi trendsetter dalam pembelajaran bahasa Inggris interaktif di kalangan para pengguna di Indonesia melalui teknologi maju dan fitur-fitur menyenangkan yang menunjukkan keunggulan bersaing di antara para pemain lokal di Indonesia," terang Agina.
Ditambahkan Agina, kekuatan kompetitif utama Connected Learning Indonesia adalah mampu menyediakan pembelajaran kapan saja dan di mana saja, menggunakan media elektronik terkini dan interaktif seperti: telepon seluler dan tablet, serta menyediakan isu dan topik terhangat sehingga pelanggan dimanjakan dan termotivasi dalam sebuah metode belajar yang efektif.
(rou/rou)